Om Sukma : Perbedaan agama Jangan dijadikan Alasan untuk Memecah Belah Kebersamaan

Surabaya (wartasas.com) – Kebersamaan dalam menyatukan perbedaan baik suku, ras, warna kulit maupun agama seperti kebhinekaan Indonesia sangat perlu terus dipupuk dan dipererat. Karena, berteloransi dalam bermasyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan yang tenang dan damai.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komunitas PI1 Chapter Brawijaya Surabaya yang akrab disapa Om Sukma Sahadewa saat mengunjungi salah satu keluarga korban Bom Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Surabaya, pada Minggu malam, 27 Mei 2018 dengan didampingi perwakilan Komunitas PI1 Jatim.

Ketua Komunitas PI1 Chapter Brawijaya Surabaya, Om Sukma menyampaikan bahwa, kunjungan kekediaman salah satu korban bom gereja yaitu bapak Iswandi (82) merupakan salah satu bentuk empati dan kepedulian Komunitas PI1 Jatim terhadap sesama terutama korban tragedi Bom gereja.

“Kami turut berduka dan merasa bersedih atas derita yang menimpa para korban bom. Dan, kunjungan serta pemberian tali asih ini bentuk rasa duka yang mendalam sekaligus ingin memberikan kekuatan dan semangat kepada keluarga korban,” kata Om Sukma disela sela kunjungan kekediaman bapak Iswandi, Minggu malam, (27/05/18).

“Tragedi bom yang dilakukan oleh pelaku tindak kekerasan terorisme harus dikutuk bersama. Ini bukan tindakan yang mengatasnamakan agama. Dan, dimomentum ini, saatnya bersama-sama melawan tindak terorisme dan tidak perlu takut,” tambahnya.

Perlu diketahui, kakek Iswandi (82), Vincent (16) pelajar SMA dan Tere (14) pelajar SMP merupakan satu keluarga yang menjadi korban bom di Bom Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Surabaya.

Om sukma merasa kagum terhadap Irene (48) ibunda dari Vincent dan Tere yang tabah dan kuat menghadapi musibah tersebut. Seperti yang diceritakan Ibunda Irene, bahwa saat kejadian peledakan bom, Ibunda Irena yang kebetulan selamat meskipun dalam kondisi panik tanpa rasa takut langsung menolong keluarganya satu persatu yang terluka akibat ledakan bom tersebut untuk diselamatkan.

“Lebih hebatnya lagi, dalam kondisi panik pun Ibunda Irene masih menyempatkan diri untuk membantu salah satu satpam gereja yang juga terluka, tanpa memperdulikan dirinya sendiri akan bahaya bom. Inilah bentuk kepedulian dan kebersamaan yang patut kita contoh,” terang Om sukma terharu.

Dan, yang lebih hebat lagi, masih kata Om Sukma, Ibunda Irene juga menceritakan bahwa saat kejadian tersebut, ketika Ibunda Irene kebingungan mencari bantuan tiba tiba datang seseorang yang baru saja pulang dari pengajian langsung menolong dan membawa keluarga Ibunda Irene ke Rumah sakit.

“Ini membuktikan, bahwa perbedaan agama bukanlah suatu perbedaan yang membuat kita harus saling terpecah tapi saling menyatukan perbedaan dengan saling membantu dan menciptakan kedamaian dalam perbedaan,” ungkapnya.

Komunitas PI1 Jatim berharap, agar tidak ada lagi kejadian serupa terulang di Kota Surabaya. Dan, berdoa semoga semua korban terluka dan keluarga korban dapat segera sembuh dan kembali beraktifitas seperti sedia kala.

“Terutama buat keluarga Pak Iswandi semoga lekas sembuh. Buat Ibu Irene semoga tabah dan terus semangat menjaga putra putrinya. Buat Vincent dan tere teruslah maju menjadi generasi muda yang hebat,” doa Om Sukma. (Tls)