Kesigapan Pemprov Jatim Menangani Musibah Banjir Bandang Banyuwangi

Banyuwangi (wartasas.com) – Melihat daerah yang masuk diwilayah Jawa Timur ada yang mendapatkan musibah, pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung sigap mengambil tindakan dalam menangani persoalan bencana.

Baru baru ini, tepatnya pada Jumat, 22 Juni 2018 sekita pukul 09.00 wib warga di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi mendapatkan musibah bencana banjir bandang yang merusak segala akses dan fasilitas milik warga.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov. Jatim, Drs. Benny Sampirwanto, Msi, saat dijumpai di Kantor Gubernuran Surabaya pada Jumat, (22/6) bahwa, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Povinsi yang sekaligus berkoordinasi dengan Pemkab Banyuwangi, dilakukan berbagai langkah penanganan bencana.

“Evakuasi warga, pendirian dapur umum untuk 1.604 jiwa dan tim tagana, serta rapat terpadu penanganan kedaruratan bersama instansi terkait telah dilakukan,” kata Benny saat dijumpai di Kantor Gubernuran Surabaya, Jumat sore, (22/06/18).

“Pemprov Jatim mengerahkan alat-alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta memberikan bantuan kedaruratan seperti tenda darurat, tenda gulung, selimut, family kid, sandang, dan minyak goreng sudah dikirim sejak pukul 13.00 tadi siang,” tambahnya.

Benny menjelaskan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim ini merupakan bentuk wujud kepedulian terhadap warga yang mendapatkan musibah terlebih warga Jawa Timur sekaligus kesigapan dan kesiapan Pemprov Jatim dalam menangani segala bentuk bencana.

Perlu diketahui, kronologis bencana, terjadi pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2018 pukul 09.00 wib, yang sebelumnya diawali dengan hujan terjadi selama 3 hari dengan intensitas deras di Kecamatan Songgon, tepatnya di lereng Gunung Raung.

Dampaknya, banjir membawa sedimen lumpur ke aliran Sungai Bareng. Penyempitan di jembatan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh menjadikan sungai tidak mampu menampung debit air dan lumpur, sehingga mengakibatkan banjir bandang di wilayah setempat.

“Akibatnya, delapan rumah warga rusak karena hanyut diterjang banjir, serta tiga sepeda motor dan satu unit mobil ikut terendam banjir,” terangnya.

Masyarakat yang terdampak lumpur mencapai 650 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 1.604 jiwa.  Karena, ketinggian banjir hingga 200 cm.

“Alhamdulillah, musibah banjir bandang ini tidak  sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya. (Tls)