Pelaku Sindikat Order Fiktif Gojek, Berhasil Di Tangkap

Jakarta (wartasas.com) – Beberapa oknum sindikat pelaku order fiktif transpotasi online Gojek berhasil dibekuk oleh pihak kepolisian. Penangkapan para pelaku tersebut  berdasarkan laporan GOJEK yang ajukan pada 28 Januari 2019 lalu.

Dalam press conference yang digelar oleh Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya pada Kamis, 13 Februari 2019 di Mabes Polda Metro Jaya Jakarta, disampaikan bahwa, penangkapan para sindikat pelaku order fiktif karena terbukti bertindak sebagai koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver GOJEK dalam mencari nafkah. 

Shinto Nugroho, Chief of Public Policy and Government Relations GOJEK mengaku sangat mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Pihak kepolisian sangat cepat dan tanggap dalam menanggapi laporan dari pigak Gojek.

“Laporan dan bukti-bukti yang kami berikan, diproses dengan cepat sehingga sindikat pelaku order fiktif dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada toleransi bagi tindak kecurangan di aplikasi GOJEK,” kata Shinto.

“Ke depannya, kami akan terus berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas kasus serupa,” tambahnya.

Melalui komunikasi yang telah terjalin, GOJEK bersama Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memproses secara hukum oknum-oknum yang tergabung dalam sindikat pelaku order fiktif. GOJEK akan terus menyampaikan berbagai bukti kuat untuk mengungkap sindikasi-sindikasi order fiktif. 

“Proses ini adalah bagian dari prosedur yang telah kami jalani. Sampai dengan saat ini, kami telah memberikan sanksi kepada pelaku kecurangan yang masuk ke dalam aplikasi kami, baik oknum mitra driver maupun pelanggan. Kami melihat bahwa jalur penindakan hukum perlu juga kami ambil sehingga memberikan efek jera,” terangnya.

Dengan melakukan pendeteksian dan pencegahan melalui sistem, GOJEK secara cepat dan terskala mengamankan ekosistem GOJEK dari order fiktif dan penggunaan GPS Palsu. Algoritma Kecerdasan Buatan milik GOJEK mampu menangkal order fiktif bahkan sebelum masuk ke dalam akun mitra driver. 

Untuk praktik order fiktif yang dilakukan secara individual, proses penanganannya berlangsung secara otomatis. Akun oknum mitra driver yang terdeteksi punya kaitan dengan akun pelanggan dan membuat order berulang untuk dirinya sendiri akan langsung di suspend bahkan putus mitra. Pembekuan secara otomatis juga dilakukan pada akun pelanggan yang melakukan order, namun dengan sengaja melakukan pembatalan secara berulang-ulang tanpa ada sebab yang jelas. 

Melalui identifikasi dini yang dilakukan secara sistem, tim GOJEK bekerja dengan cepat untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan yang kemudian menjadi bahan untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan data tim anti-fraud GOJEK, algoritma GOJEK juga mampu mendeteksi penggunaan aplikasi GPS Palsu dengan ketepatan hingga 98%. Deteksi tersebut menjadi dasar bagi GOJEK untuk mengirimkan pesan pengingat kepada mitra driver agar menjauhi perilaku tersebut sehingga terhindar dari sanksi. Pengguna GPS Palsu diidentifikasi, diedukasi, ditegur hingga diberi sanksi. (Ang/Tls)