Polsek Genteng Gagalkan Peredaran Uang Palsu Sebesar 50 Juta

Surabaya (wartasas.com) – Peringatan bagi masyarakat khususnya warga Kota Surabaya untuk lebih waspada dan berhati hati apabila ingin menukarkan uang baru. Pasalnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu (Upal).

Seperti yang baru saja terjadi pada Selasa, 21 Mei 2019 Polsek Genteng Surabaya mengungkap kasus peredaran uang palsu (Upal) dengan mengamankan empat pelaku.

Empat orang pelaku tersebut adalah MS (45) dan US (52) asal Sidoarjo, JW (47) asal Banyuwangi serta AS (50) asal Surabaya. Dengan barang bukti yang disita adalah upal sebanyak 50 juta dengan nominal terdiri dari pecahan 100 ribu dan 50 ribu. Serta, 4 (empat) unit handphone yang digunakan untuk komunikasi dalam transaksi peredaran uang palsu.

Kapolsek Genteng, AKP Anggi Saputra menjelaskan bahwa, penangkapan keempat tersangka tersebut dilakukan pada Rabu (15/05/19) sekitar pukul 12.30 wib di area Menanggal Surabaya tepatnya di belakang Mall Cito.

“Anggota Reskrim Polsek Genteng melakukan penyamaran untuk masuk ke jaringan peredaran uang rupiah palsu untuk berpura pura membeli (Undercover Buy) uang rupiah palsu. Hingga kemudian dapat melakukan transaksi dengan tersangka M.S dan berhasil melakukan penyitaan uang rupiah palsu dengan nominal Rp. 50.000.000 (pecahan Rp. 100.000 dan Rp. 50.000),” ucap AKP Anggi saat menyampaikan rilis resminya di Polsek Genteng Surabaya, Selasa, (21/05/19).

“Setelah itu Anggota Reskrim Polsek Genteng melakukan pengembangan kasus terhadap asal usul uang rupiah palsu yang hendak diedarkan oleh tersangka M.S, hingga dapat menangkap tersangka J .W selaku pemilik uang rupiah palsu senilai 50 juta,” sambungnya.. 

Selanjutnya, masih menurut Kapolsek Genteng yang baru menjabat tersebut, dilakukan pengembangan kasus lagi yaitu saudara J.W mendapatkan uang rupiah palsu sebesar 50 juta dari tersangka A.S dengan bantuan perantara/penghubung US. Selanjutnya, Anggota Reskrim Polsek Genteng dapat menangkap tersangka US dan A.S.

“Keempat orang yang diamankan tersebut berperan menawarkan jasa penukaran upal terhadap calon korban. Sementara, pencetak upal masih dalam tahap pendalaman kasus,” terangnya.

Kualitas lembaran upal yang diedarkan empat pelaku ini sangat bagus, hampir mirip dengan lembaran uang asli yang disertai tanda air, hologram maupun pita pengaman. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, tinta yang digunakan untuk mencetak ratusan lembar upal tersebut, sedikit lebih pudar dibanding aslinya.

“Kalau diperhatikan lebih lanjut pasti kelihatan, tintanya pun juga beda. Tetap kelihatan (palsu),” tegas AKP Anggi.

Atas perbuatan  melanggar hukum tersebut, keemapt tersangka melanggar pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No. 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 10 tahun dan 15 tahun penjara. (Wdd)