Tujuh Karya Mahasiswa Unusa Kembali Mendapatkan Hibah PKM 2018

Surabaya (wartasas.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali berbangga hati. Pasalnya, ditahun 2018 kreatifitas dan karya mahasiswa Unusa kembali mendapatkan tujuh hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa Umdatus Saleha menyampaikan kebanggaanya kepada para mahasiswa Unusa yang memperoleh hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018.

“Kampus mengapresiasi semua prestasi yang dicapai mahasiswanya. Apalagi di tahun ini, jumlah tim yang lolos PKM bertambah jumlahnya. Kalau tahun lalu hanya dua tim, maka sekarang ada tujuh tim,” ucap Umdatus saat dijumpai di Unusa, Kamis, (28/06/18).

“Semoga semuanya bisa lolos ke Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (Pimnas) 2018,” tambahnya dengan penuh harap.

Umdatus juga mengakui bahwa, tim yang lolos ini menyuguhkan hasil karya yang cukup membanggakan. Di mana para tim berkreasi dan berinovasi dengan melihat fenomena sosial yang kemudian di aplikasikan untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi baik secara kualitas, inovasi dan juga ekonomi.

Ada yang menarik dari salah satu tim yang mendapatkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018 yaitu tim Kancah Plek (Kantong Charger Handphone Simple dan Unik) yang terdiri dari lima orang yakni Rita Zahara/S1 Manajemen, Choirus Sa’adah/ S1 Manajemen, Yustin Wulandari/ S1 Manajemen, Puspa Setya Arum Sari/ S1 Akuntansi, Mira Nirmala Gita/ S1 Manajemen.

Tim Kancah Plek berinovasi membuat tas multifungsi. Produk tas handphone selain berfungsi sebagai kantong telepon selular (ponsel) dan  juga sebagai tempatnya.

Rita Zahara Ketua Tim Kancah Plek,  mengatakan bahwa, ide awal Kancah Plek ini karena melihat seringkali banyak orang men-charge handphone di sembarang tempat dan membuat kabel berserakan di mana-mana.

“Bahkan handphone-nya diletakkan di meja, ditempelkan di dekat stop kontak dan banyak tempatnya. Sangat tidak praktis dan membuat mata gatal melihatnya. Dari sinilah, kami tercetus ide untuk menciptakan tas mulrifungsi yang memang fungsi utamanya adalah wadah untuk ngecharge handphone,” terang Rita.

“Jadi begitu nyolokin tas bisa langsung nempel di tembok stop kontak. Simple, praktis dan unik,” imbuhnya.

Rita menjelaskan, saat proses men-charge, tas ini juga bisa difungsikan agar kabel dan ponsel tidak berserakan di meja. Tas ini bisa menempel di tembok sehingga lebih praktis. Selain itu bisa digunakan untuk jalan-jalan  yang praktis dan kekinian.

“Dengan karya kami tersebut, kami mulai membuat proposal. Dengan bimbingan para dosen proposal tersebut kami ajukan untuk mengikuti program PKM 2018 yang digelar Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Dan, alhamdulilah kami lolos,” ungkapnya dengan bangga.

Mereka mendesain model tas yang memiliki tiga fungsi yang diinginkan. Selain itu, mereka memilih bahan tas yang juga tahan lama serta motif yang juga menarik. Dikatakan Rita, bahan yang dipakai adalah kain waterproof atau tahan air. Sehingga bisa digunakan dalam kondisi apapun.

“Untuk sementara, produk kami dipasarkan secara online dengan harga yang cukup terjangkau yaitu 50 ribu harga promosi,” pungkasnya mengakhiri. (Tls)