Menuju World Class University, ITS Magangkan SDM ke Luar Negeri

Surabaya (wartasas.com) – Untuk dapat segera menuju World Class University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan mengirimkan sejumlah stafnya atau tenaga kependidikan (tendik) untuk magang kerja di universitas mancanegara melalui program Outbond Staff Mobility (OSM).

Acara pelepasan pemberangkatan 64 orang tendik ke beberapa universitas di Malaysia dan Thailand yang dilakukan pada Kamis, 28 Juni 2018 di Rektorat ITS Surabaya dilakukan langsung oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD.

Dr rer nat Maya Shovitri, Deputy Director of International Office for Admission & Mobility ITS menyampaikan, bahwa, OSM merupakan kegiatan internship (magang) di berbagai universitas luar negeri untuk meningkatkan kapasitas SDM yang ada.

“Sepanjang tahun 2013 sampai 2017, OSM hanya dilaksanakan di satu negara yaitu Thailand. Namun, untuk tahun 2018 ini menjadi dua negara yaitu Thailand dan Malaysia,” kata Dr. Maya  saat ditemui usai pelepasan OSM di Rektorat ITS, Kamis, (28/06/18).

Total ada tujuh universitas di Thailand yaitu Sirindhorn International Institute of Technology (SIIT), King Mongkut’s University of Technology North Bangkok (KMUTNB), King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Mahidol University, Suranaree University of Technology (SUT),  King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT). Sedangkan di Malaysia ada dua yaitu University Kuala Lumpur Malaysia France Institute (UniKL MFI) dan University of Malaya (UM).

“Dari 95 staf yang mendaftar program OSM, setelah melalui tahap administrasi dinyatakan lolos 84 staf yang kemudian melalui tahap desk evaluation termasuk TOEFL, hingga terakhir diambil 64 orang yang lolos akan diberangkatkan,” terang Dr. Maya.

Dr. Maya juga menambahkan, sebenarnya tujuan ITS mengadakan program OSM ini ada tiga garis penting yaitu memberikan wawasan baru berstandar internasional bagi tendik, tendik mampu menjalin networking (kerja sama) secara mandiri, dan memperkuat serta menjaga networking yang sudah terjalin.

“Kelebihan OSM tahun ini dibanding tahun lalu adalah para tendik akan fokus magang dalam satu universitas. Mereka akan berangkat secara mandiri dan fokus di satu expert (bidang yang dikuasai, red) sehingga hasilnya akan lebih maksimal,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Rektor ITS Joni Hermana menyampaikan pesan sebagai tendik harus memiliki semangat 10 Nopember karena tantangan baru akan selalu ada saat magang di luar negeri.

“Jangan lupa bahwa semua itu tidak sesulit yang kita bayangkan, selama kita masih punya otak dan hati dan selalu terbuka untuk belajar, kita akan bisa survive. Karena, tujuan tendik melakukan internship adalah untuk mengetahui cara belajar di sana, cara kerja di sana dan menjalin networking yang bagus,” tegas Rektor.

Selain itu, ia juga mengingatkan selama menjalani internship, di samping tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas diri, para peserta ini juga merupakan duta ITS.

“Anda harus menjaga marwahnya ITS dan meninggalkan kesan dan hasil yang baik bagi institusi kita sendiri ITS maupun universitas di mana bapak dan ibu magang,” pesannya. (Tls)