Mahasiswa UNAIR Manfaatkan Biji Asam Jawa sebagai Sunblock Ramah Lingkungan

Surabaya (wartasas.com) – Teriknya panas matahari terkadang membuat kulit bisa terlihat kusam dan terbakar. Sehingga, banyak masyarakat memanfaatkan Sunblock atau tabir surya sebagai salah satu produk perawatan kulit. Namun, sayangnya beberapa bahan aktif tabir surya ditemukan memiliki efek yang berbahaya bagi lingkungan.

Salah satu bahan aktif tersebut adalah oxybenzene. Oxybenzene ditemukan dapat mencemari  perairan dan merusak terumbu karang. Oleh karena itu, banyak kecaman dari penggiat lingkungan untuk mencari tabir surya yang lebih aman.

Melihat fenomena tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya langsung tercetus ide untuk berinovasi mengembangkan tabir surya dari bahan alam yaitu tumbuhan.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Fatihatul Alifiyah, Diyna Rusayliya Purwanto, dan Fakhriyah Dinina yang mewujudkan dengan membuat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dengan judul “Potensi Ekstrak Asam Jawa sebagai Krim Tabir Surya untuk Pencegahan Kanker Kulit.”

Fatihatul Alifiyah selaku Ketua Tim Penelitian, menyampaikan bahwa, inovasi tabir surya dari bahan alam menggunakan biji asam jawa yang berasal dari alam. Dengan harapan dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan oleh tabir surya berbahan dasar kimia sintetis.

“Selain itu, imbuhnya, asam jawa juga merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dijumpai di Indonesia. Sehingga dengan dimanfaatkannya biji asam jawa sebagai tabir surya juga ikut membantu eksplorasi kekayaan alam di Indonesia,” kata Alifiyah saat dijumpai di gedung Prodi Farmasi Unair, Rabu, (19/06/19).

Tim yang dibimbing langsung oleh Rr,. Retno Widyowati, Ph.D., Apt., awalnya mencoba mengembangkan krim buah asam jawa dan krim biji asam jawa. Setelah diteliti lebih lanjut, tim tersebut menemukan bahwa krim tabir surya dari  biji asam jawa memilik SPF sebesar 26 dengan konsentrasi ekstrak 30%. Tidak hanya itu, lanjutnya, sementara untuk krim tabir surya dari buah asam jawa juga memiliki SPF dibawah 10 sehingga potensinya kurang untuk menjadi tabir surya. 

“Ke depannya kami berharap bahwa potensi ekstrak biji asam jawa ini dapat terus dikembangkan menjadi produk yang mampu beredar luas di masyarakat dan  mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kanker kulit yang membahayakan,” urainya. (Tls)