Jalan Sehat Ramaikan Puncak Lustrum Unusa Ke 1

Surabaya (wartasas.com) – Puncak Lustrum Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Ke 1 diselenggarakan secara sederhana namun sangat meriah dengan diramaikan acara Jalan Sehat bersama Unusa dan masyarakat umum serta pemotongan tumpeng.

Acara Jalan Sehat menyambut puncak Lustrum Unusa Ke 1 yang diselenggarakan pada Sabtu, 07 Juli 2018 di halaman Unusa Kampus B Jemursari Surabaya diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh staf dan mahasiswa Unusa serta masyarakat umum.

Seluruh peserta terlihat sangat antusias mengikuti Jalan Sehat hingga finish. Karena, disamping acara tersebut menyehatkan juga banyak hadiah hadiah yang diberikan bagi para peserta sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih Unusa. Salah satu hadiah utamanya adalah Umroh.

Dalam kesempatan menyambut puncak Lustrum Unusa Ke 1 juga disampaikan bahwa, lebih dari separuh lulusan Unusa berkarir di bidang kesehatan. Sebanyak 79,8 persen tersebar di sektor jasa kesehatan baik sebagai wirausaha mandiri (wiraswasta) maupun ikut dalam instansi kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan rumah bersalin, termasuk instansi pemerlntah dan BUMN.

Seperti yang disampaikan oleh Umdatus Solehah, Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa bahwa, sebagian hasil tracer study dalam tiga tahun terakhir, dimana pembiayaannya diperoleh dari hibah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Capaian lulusan memegang peranan penting dalam penilaian akreditasi baik instusi maupun program studi. Dalam tiga tahun berturut-turut kami mendapatkan hibah dari Kementerian untuk melakukan tracer study,” tutur Umdatus saat dijumpai disela sela acara puncak Lustrum Unusa Ke 1, Sabtu, (07/07/18).

“Hasilnya, kami bersyukur bahwa separuh lulusan Unusa bekerja di sektor jasa kesehatan, sesuai dengan bidang ilmu yang digelutinya semasa menjadi mahasiswa. Kini, Unusa terakreditasi institusi 8 dan separuh lebih program studi terakreditasi B, sedang sisanya dalam proses reakreditasi,” tambahnya dengan bangga.

Umdatus juga mengungkapkan, para lulusan mengakui jika kampus telah memberikan bekal yang cukup untuk bekerja, sehingga alumni tidak kesulitan dalam menyesuaikan diri di dunia kerja.

Terkait dengan penguasaan kompetensi yang telah diberikan Unusa selama masa studi, para lulusan menyatakan sangat berkorelasi positif terhadap apa yang ditemui di dunia kerja.

“Kami bangga telah membekali kompetensi mereka, sehingga di lapangan tidak menemui kendala berarti. Hanya pada bidang kemampuan untuk berkomunikasi, lulusan Unusa masih kurang. Karena itu, Unusa bakal membekali kemampuan soft skill mereka, baik terintegrasi dalam mata kuliah maupun bentuk-bentuk pelatihan dalam kegiatan kemahasiswaan,” terangnya.

Selain itu, ke depan Unusa juga mensyaratkan terhadap para mahasiswanya dalam penguasaan Bahasa Inggris, dimana minimal harus memiliki nilai TOEFL 400, sebelum lulus. Persyaratan minimal ini didukung dengan hadirnya Unusa Language Center, untuk memfasilitasi mahasiswa dalam berkomunikasi dengan Bahasa lnggris.

Dari hasil tracer study itu juga terungkap, jika para lulusan Unusa tersebar di beberapa propinis di luar Jawa, seperti Kalimantan Selatan, Timur, Tengah, Kalimantan Utara, NTB, dan NTT.

Ditempat yang sama, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. juga menambahkan,  bahwa pihaknya tentu sangat mengapresiasi dan bersyukur atas raihan hibah tracer study ini. Karena, tidak semua perguruan tinggi berkesempatan mendapatkannya.

“Sebab, seleksi dilakukan sangat ketat oleh Kemenristek Dikti. Dan, kegiatan tracer study secara rutin kami lakukan selain untuk mengetahui bagaimana pemetaan dan penyerapan lulusan, lama waktu tunggu, kesesuaian antara pendidikan dan pekerjaan, serta yang paling penting adalah untuk mengetahui feedback dari masyarakat, untuk keperluan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau dunia kerja,” ungkap Prof. Jazidie. (Tls)