Kinerja Bank Jatim Hingga Mei 2018 Mendapatkan Predikat Sehat

Surabaya (wartasas.com) – Berdasarkan beberapa indikator kinerja Bank Jatim sampai dengan Mei 2018 mendapatkan predikat sehat. Beberapa indikator itu antara lain rasio Non Performance Loan (NPL) sebesar 4,83 %, Return on Equity (ROE) sebesar 21,19 %, Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 22,91 % dan BOPO sebesar 62,00 %. Rasio tersebut cukup bagus, sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dalam kesempatan acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa/ RUPS-LB PT Bank Pembangunan Daerah/BPD Jawa Timur Tbk 2018 pada Selasa, 26 Juni 2018 di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim menyampaikan, bahwa Bank Jatim harus fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar pelayanan yang diberikan semakin maksimal.

“Hal ini penting dilakukan karena persaingan dalam dunia perbankan saat ini semakin ketat. Penyelenggaraan kegiatan perbankan semua berbasis pada SDM. Oleh karena itu, assessment harus dilakukan pada semua pegawai apakah berkompeten di bidangnya,” kata Pakde Karwo dalam sambutannya, Selasa, (22/06/18).

Terkait SDM pula, lanjut Pakde Karwo, Bank Jatim perlu memberikan keahlian khusus untuk menunjang tugasnpara pekerjanya. Misalnya, kemampuan keuangan, analisis kredit, dan penerapan teknologi perbankan.

SDM yang berkualitas ini akan memberikan efek secara langsung pada nasabah, yakni terciptanya rasa aman dan tenang,” imbuhnya.

Ditambahkan, sebagai perusahaan terbuka, Bank Jatim juga berkewajiban menerapkan proses rekruitmen calon pengurus perseroan secara transparan dan akuntabel. Bahkan, Pakde Karwo juga mengusulkan agar Bank Jatim sebaiknya menggunakan appraisal atau penilaian dari pihak ketiga yang profesional.

Pakde Karwo berharap dengan pertumbuhan perbankan yang positif ini, jumlah kredit yang dipinjamkan kepada masyarakat terutama sektor UMKM bisa meningkat. Ini penting dilakukan, karena hampir 90% tenaga kerja yang ada di Jatim justru bekerja di sektor UMKM.

“Saya minta para kepala cabang tidak terlalu berhati-hati dalam memberikan landing kredit kepada sektor UMKM. Diantaranya, perubahan anggaran dasar, penetapan perubahan tugas dan wewenang pengurus perseroan, dan perubahan buku pedoman pelaksanaan perseroan,” terang Pakde Karwo.

Disampaikan juga, bahwa, kinerja positif lainnya juga terlihat dari total aset sampai Mei 2018 mencapai Rp. 59,816 triliun, atau meningkat 16,11% dibandingkan total aset pada Desember 2017. Selain itu, laba pada bulan Mei 2018 juga lebih besar dari tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp. 612,094 miliar, atau lebih besar 4,88%. (Tls)