Soturu, Inovasi Mahasiswa Unair Atasi Gangguan Tidur Tanpa Efek Samping

Surabaya (wartasas.com) Bagi masyarakat yang sering mengalami gangguan tidur akibat tingkat kesibukan yang tinggi sehingga mengakibatkan stress tidak perlu khawatir lagi. Karena, sekarang sudah ada inovasi baru karya mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang mampu meringankan gejala gangguan tidur yang diberi nama  “Soturu”.

Inovasi baru tersebut merupakan karya Fitri Almaidah bersama kelima rekannya yang merupakan mahasiswi Fakultas Farmasi Unair, yang tergerak untuk mengembangkan produk yang bisa meringankan gejala gangguan tidur. Soturu berbentuk sebuah masker penutup mata yang dilengkapi dengan hidrogel relaksan.

Fitri Almaidah mengatakan bahwa, dewasa ini, pola hidup masyarakat semakin tidak teratur. Berbagai kesibukan dan tingkat stress yang tinggi membuat mereka sulit untuk beristirahat. Bahkan, menurut data dari WHO (World Health Organization) kurang lebih 18% penduduk dunia pernah mengalami gangguan sulit tidur dan meningkat setiap tahunnya.

“Gangguan tidur, khususnya pada usia produktif, bisa menurunkan kinerja dan produktifitas seseorang. Selain itu, gangguan tidur jangka panjang juga bisa menyebabkan dampak terhadap kesehatan seperti meningkatnya respon terhadap stres, sakit kepala, gangguan pencernaan, hingga dampak lain terhadap kemampuan kognitif. Gangguan tidur bisa menjadi sebuah masalah serius, baik secara fisik maupun psikis jika tidak ditangani dengan benar,” kata Fitri saat dijumpai disela sela uji coba Soturu, Selasa, (18/06/19).

“Kami memilih bentuk masker tidur karena produk sejenis itu sudah sering digunakan, jadi lebih praktis dan mudah dipakai,” tutur Fitri.

Satu set Soturu berisikan satu buah masker penutup mata dan lima pak hidrogel relaksan. Penggunaanya cukup mudah yaitu dengan memasukkan pak hidrogel ke dalam masker penutup mata, lalu masker digunakan seperti masker tidur pada umumnya. Setelah penggunaan Soturu, diharapkan penderita gangguan tidur bisa merasa lebih rileks dan nyaman.

Hidrogel relaksan yang diletakkan di dalam masker tersebut dibuat dari kulit jeruk pahit (Citrus aurantium). Kulit jeruk pahit dipilih karena terbukti bisa memberi efek relaksan. Selain itu, kulit jeruk pahit. relatif mudah didapatkan di Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Kulit jeruk pahit diketahui memiliki kandungan linalool dan linolena yang memberi efek anti cemas dan sedatif, yang bisa mengurangi gejala gangguan tidur. Selain itu bentuk sediaan hidrogel yang dipilih juga bisa memberi efek dingin dan meningkatkan kenyamanan penggunaan.

“Penderita gangguan tidur kebanyakan diresepkan obat-obatan yang bersifat sedatif. Obat-obatan ini bisa menimbulkan dampak yang buruk jika digunakan jangka panjang, karena itu kami mencoba memberi alternatif lain dengan bahan alami,” jelas mahasiswi angkatan 2016 tersebut.

Bersama kelima rekannya, Fitri fokus mengembangkan produk Soturu di Fakultas Farmasi. Ia pun berencana untuk memasarkan produk ini ke beberapa apotek dan juga event. Fitri dan rekan-rekannya pun sudah mulai gencar memromosikan Soturu di media sosial. (Tls)