PT Napindo Kembali Gelar Pameran Circular Economy “Indo Waste Expo 2018” di Kota Surabaya

Surabaya (wartasas.com) – Pameran terbesar “Indo Waste Expo 2018” yang bertujuan memberikan solusi permasalahan serta saran implementasi circular economy di Indonesia kembali diselenggarakan di Kota Surabaya.

Bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta didukung oleh Hotel Majapahit, PT. Napindo Media Ashatama kembali menggelar pameran akbar dan modern “Indo Waste Expo 2018” selama tiga hari sejak tanggal 28-30 Juni 2018 di Grand City Convex Surabaya, dengan tema “Redefining Waste Management from Trash to Resources Management”.

Dalam kesempatan gathering dan ramah tamah bersama media pada Selasa, 26 Juni 2018 di Hotel Majapahit Surabaya, Project Director PT. Napindo Media Ashatama Agung Wicaksono didampingi pihak Greeneration Foundation memaparkan secara detail terkait “Indo Waste Expo 2018”.

Agung Wicaksono menyampaikan bahwa, Waste 4 Change dan Greeneration Foundation berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Denmark dan PRAISE menggelar The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018, yang merupakan bagian dari Indo Waste Expo 2018.

“Berdasarkan data KLHK pada tahun 2016, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah, timbunan hingga 175 ribu ton sampah/hari, 60% sampah organik, 15% sampah plastik, 10% sampah kertas, dan 15% lainnya dari logam, karet, kain, dan kaca. Namun, hanya 7,5% sampah yang didaur ulang, sementara 69% dari total sampah tersebut masih bergantung pada landfill,” kata Agung dalam kesempatan gathering bersama media di Majapahit Hotel, selasa, (26/06/18).

“Jika isu ini tidak segera ditangani, sampah akan menjadi bom waktu. Indonesia masih menggunakan sistem ekonomi linier. Melalui UU no. 18 tahun 2008 dan PP no. 81 tahun 2012 arahan kebijakan terbentuk menambah paradigma dari sistem ekonomi linier menuju circular economy,” tambahnya.

Dijelaskan juga oleh Agung, Circular Economy merupakan usaha kolaboratif yang berperan serta dari masing-masing pemangku kepentingan disetiap siklus pengelolaan persampahan mulai dari penghasil, pengumpul, pengolahan awal, daur ulang, maupun pembuatan produk.

“Selain melibatkan sektor Pemerintahan, usaha ini juga mengajak pihak swasta dan masyarakat untuk berperan dalam menanggulangi isu persampahan,” terangnya.

Model ekonomi linier disebut sebagai model “take-makedispose”, yaitu mengambil sumber daya alam, mengolah menjadi produk. Lalu dibuang sebagai/menjadi sampah, circular economy dengan sumber daya selama mungkin, mengekstrak nilai maksimum selama penggunaan, serta memulihkan dan meregenerasi produk dan material pada akhir masa gunanya.

Adapun tujuan diselengarakan event ini, sebagai wadah pembelajaran dua jalur, sehingga peserta memperoleh ilmu baru, berbagi pengalaman terkait circular economy dan memberikan kesempatan pada partisipan untuk membangun kolaborasi antar masing-masing partisipan.

Sedangkan, dalam pameran Indo Waste Expo 2018 akan mengangkat tiga topik yaitu, Visi Indonesia dalam pengelolaan persampahan yang mengarah pada circular economy melalui Jakstranas 2018-2025, Penanggulangan sampah plastik dan marine debris di Indonesia serta Aplikasi teknis  yang sudah dilakukan Indonesia dalam mencapai circular economy. (Tls)