XL Axiata Perkuat Fondasi Pertumbuhan

Jakarta (wartasas.com) – Sebagai langkah strategis untuk memperkokoh fondasi bisnis di masa depan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat jaringan data berkualitas di luar Jawa.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini meyakini, infrastruktur jaringan data yang kuat di luar Jawa akan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menopang perusahaan dalam memperbesar pangsa pasar. Selanjutnya, XL Axiata juga akan terus memaksimalkan manfaat produk layanan data melalui penerapan strategi dual brand.  

“Kami akan terus menjalankan Strategi 3R dengan terus melakukan pengembangan dan perluasan infrastruktur jaringan khususnya di luar Jawa, serta melanjutkan strategi dual brand yang terbukti telah mampu memberikan hasil yang sangat bagus bagi XL Axiata dalam 3 tahun terakhir,” kata Dian mellaui rilis resminya di Jakarta, Jumat, (06/09/19).

“Sepanjang semester 1 2019, XL Axiata telah menyelesaikan 90% dari target rollout jaringan dengan sekitar 19.000 BTS baru, sebagian besar berada di luar Jawa,” tambahnya.

Kini layanan 4G tersedia di sekitar 292  kota/kabupaten di luar Jawa dengan lebih dari 14.000 BTS 4G di luar Jawa, dari total 408 kota/kabupaten seluruh wilayah di Indonesia yang ditopang lebih dari 37.000 BTS 4G.

XL Axiata berharap hingga akhir 2019 nanti akan mampu memberikan layanan 4G ke total sekitar 440 kota/kabupaten dan jumlah total jumlah  BTS mencapai lebih dari 135.000 unit. Dengan demikian, layanan XL Axiata akan mencapai sekitar 95% dari populasi Indonesia.

Selain itu, XL Axiata juga gencar melaksanakan fiberisasi jaringan baik di Jawa maupun luar Jawa. Fiberisasi akan mampu meningkatkan kapasitas jaringan transport hingga lebih dari 5x lipat dibandingkan transport bukan fiber. Berdasarkan trend kenaikan trafik data XL Axiata dalam dua tahun terakhir, kenaikan di Jawa sudah lebih dari 5x lipat dan di wilayah luar Jawa rata-rata 3x lipat. Untuk itu, peningkatan kapasitas melalui fiberisasi menjadi kebutuhan yang urgen guna menjaga kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan data dan internet.

Untuk memperkuat infrastruktur di luar Jawa, XL Axiata juga memanfaatkan program Universal Service Obligation (USO). XL Axiata telah memenangkan tender pembangunan jaringan USO di 250 titik yang berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Realisasi pembangunan akan dilaksanakan di tahun ini hingga tahun depan, berupa jaringan 4G. XL Axiata juga akan memanfaatkan keberadaaan backbone fiber optik Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur untuk perluasan jaringan ke luar Jawa.  

Seiring dengan pembangunan infrastruktur data, XL Axiata juga terus memaksimalkan nilai manfaat dari produk layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dalam hal ini XL Axiata mengoptimalkan strategi dual brand yang sebelumnya juga sudah teruji. Saat ini XL Axiata memiliki dua brand untuk layanan prabayar, yaitu XL untuk segmen pelanggan kalangan blue collar dan AXIS untuk segmen muda. Pada layanan pascabayar, XL Axiata memiliki merek XL Prioritas yang membidik segmen pelanggan yang mapan secara ekonomi.

“Optimalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan jangkauan pasar. Untuk itu, XL Axiata juga akan memperkuat jalur distribusi di area-area baru sesuai dengan perluasan jaringan yang dilaksanakan,” ungkapnya.

XL Axiata mencatatkan pencapaian kinerja yang kuat di semester 1 2019, dengan pendapatan tumbuh sebesar 11% YoY yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15% YoY. Sementara itu, pendapatan dari layanan data tumbuh 29% YoY, meningkat kontribusinya menjadi 87% terhadap total pendapatan layanan di periode semester 1 2019 ini. (Ang/Tls)