The Profit Game Berikan Edukasi Berbisnis

Surabaya (wartasas.com) – Ingin memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin belajar bisnis dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan, membuat Tony Susanto Founder The Profit Game, membuat inovasi baru dengan program applikasi bermain tapi memberikan edukasi berbisnis.

Game yang dikembangkan oleh PT Namira Arta Teknologi (Natek) Studio ini, menyajikan tahapan menjalankan bisnis, mulai dari menghitung modal, mencari modal hingga cara menghadapi kendala.

Tony Susanto Founder The Profit Game, mengatakan, bahwa Natek Studio telah merilis The Profit Game, yang merupakan game simulasi bisnis, mengajarkan user menciptakan dan mengembangkan bisnis mereka sendiri dengan cara baru dan menyenangkan.

“Kami ingin memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin belajar bisnis dengan cara yang lebih mudah, menyenangkan dan tentunya lebih murah jika dibandingkan dengan mengikuti seminar.” Kata Tony ketika dijumpai di kantornya, Selasa, (24/1/17).

“Game ini merupakan simulasi real bisnis yang ada di dunia nyata, sehingga ini bisa dijadikan cara belajar yang mudah bagi pengusaha pemula. Tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung praktik,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Tony, bahwa didalam game terdapat beberapa bidang bisnis yang bisa dimainkan, seperti retail yang diwakili dengan bisnis minimarket, manufaktur yang diwakili bisnis toko roti, dan bidang jasa diwakili dengan bisnis salon mobil dan restoran.

Permainan tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa, namun juga pengusaha pemula yang masih membutuhkan pembelajaran kewirausahaan juga bisa menggunakan The Profit Game karena game ini mampu mengasah insting bisnis.

CEO Natek, Henry Karya Nugraha, juga menambahkan, bahwa untuk mendukung user bisa belajar bisnis lebih efektif, The Profit Game memberikan beberapa fitur unggulan seperti Komunitas yang merupakan wadah komunikasi antar user jika ingin bertukar ide sesama pebisnis dan Resume yang merupakan fitur untuk mengevaluasi hasil simulasi bisnis yang sudah dijalankan.

“Meskipun game ini belum rilis secara resmi, namun sudah ada lebih dari 100 user yang mengunduhnya. Hal ini, menunjukkan bahwa game ini diminati oleh banyak orang,” terang Henry.

Sebelum dijadikan sebagai modul pembelajaran, The Profit Game terpilih sebagai salah satu startup pilot project BEKRAF dari lima startup lainnya seperti CV COCC, OJESY,  WorkSaurus, dan Ur-Farm yang akan divaluasi oleh BEKRAF dengan menggandeng Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

The Profit Game dikembangkan sejak Maret 2016, dengan melibatkan pelatih bisnis, pelaku bisnis dan juga sumber literatur. Dan, permainan ini dijual dalam tiga paket, yaitu Paket Sesuai Budget segmen pelajar dan mahasiswa Rp. 23.000, Paket Pebisnis Pemula Rp 137.000 dengan mendapatkan 10 bonus dan Paket Pebisnis Jagoan Rp 249.000 mendapatkan 21 bonus.

Game simulasi bisnis buatan startup asal Surabaya, Jawa Timur, sudah bisa diperoleh dengan mudah, hanya dengan mengunduh di Google Play. (Tls)

Add a Comment