Sambut HUT Ke 17, Ferren Louisa Tunjukkan Kepawaiannya Bermain Alat Musik “Dawai Harpa”

Surabaya (wartasas.com) – Senang, bahagia, namun penuh kekhawatiran, mungkin itu yang sedang dirasakan saat ini oleh seorang ibu ketika putrinya beranjak dewasa dan memasuki usia 17 tahun atau yang tren disebut “Sweet Seventeen”. Dimana, usia 17 tahun adalah fase peralihan remaja menuju dewasa.

Hal tersebut juga dirasakan oleh wanita cantik yang akrab disapa San San Ibunda dari Ferren Louisa putri pertamanya yang mulai beranjak dewasa dengan usianya genap 17 tahun.

“Bahagia banget, seneng banget namun ada rasa was was ketika Ferren sudah meranjak dewasa. Dia kini sudah berusia 17 tahun. Orang tua mana yang tidak khawatir ketika putrinya mulai dewasa,” ucap San San ketika ditemui dalam acara HUT “Sweet Seventeen” putri pertamanya di Vasa Hotel, Minggu malam, (10/11/17).

“Kami sebagai orang tua, harus lebih extra menjaga Farren dalam bergaul. Lebih mengarahkan untuk pendidikannya agar tidak terjerumus dengan hal hal negative yang ada diluar sana. Ini kan jaman modern, kita harus lebih waspada lagi,” tambahnya.

Namun, menurut San San, putri pertamanya tersebut merupakan anak yang penurut, baik, suka menolong, perduli dengan siapa saja. Sehingga, rasa kekhawatiran yang timbul karena kedewasaannya, dirasa tidak terlalu berlebihan.

Disinggung terkait pesta “Sweet Seventeen” Ferren Louisa yang digelar cukup istimewa, dijawab dengan ramah oleh San San, bahwa, ini bukan pesta mewah namun lebih mengarah sebagai wujud rasa syukur atas rahmat yang diberikan oleh Tuhan.

“Disamping merayakan HUT “Sweet Seventeen”, acara ini juga sebagai konser perdananya Ferren. Ferren akan bernyanyi dan mempertontonkan kepiawaiannya memainkan alat musik “Dawai Harpa”, dimana tidak semua orang bisa memainkan alat musik tersebut,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ferren Louisa siswi kelas 2 SMA atau grade 12  ini mengatakan, bahwa, kecintaannya terhadap alat musik Harpa ini berawal dari mimpinya ketika diajak Malaikat ke Surga, dimana di tempat yang penuh dengan kenikmatan yang tidak akan pernah dijumpai di dunia itu, ia diperkenalkan dengan alat musik Harpa.

“Sejak saat itu, saya ingin lebih mengenal alat musik Harpa. Namun, tidak mudah untuk mendapatkan alat musik Harpa terlebih guru Harpa di kota Surabaya. Namun saya bersyukur dapat bertemu dengan Jessica Sudarta, seorang harpist muda berbakat yang sudah mendapat berbagai penghargaan Internasional. Dan, kebetulan Jessica juga tinggal di Surabaya, meski sekarang sedang menempuh studi di Amerika Serikat,” tuturnya.

“Dan tepat di acara HUT “Sweet Seventeen”, saya juga ingin menggelar konser perdana. Karena, ini merupakan impian saya sejak lama. Dan saya telah mempersiapkan konser ini selama satu tahun,” imbuh Ferren.

Meski memiliki orang tua yang berkecukupan dan memiliki kepadatan jadwal berlatih alat musik Harpa, tidak lantas membuat Ferren menjadi anak manja dan malas. Itu dibuktikan dengan nilai nilai akademiknya disekolah yang selalu mendapatkan rangking.

“Saya melakukan semua ini hanya bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para generasi muda terutam teman teman dekat saya agar bisa lebih maju dan berkarya. Kekayaan bukan hal yang utama, tapi kemauan dan semangat itulah yang paling utama,” ungkap Ferren.

Bagi Ferren, usia “Sweet Seventeen” bukanlah waktu untuk berhura hura atau meminta sesuatu yang istimewa kepada orang tua, namun lebih mengajak untuk bersikap dan berfiki lebih dewasa, bijaksana dan terus berkarya demi masa depan yang lebih baik. (Tls)