Matakota Ajak Bangun Smart City dengan Smart Citizen

Surabaya (wartasas.com) – Majunya teknologi digital banyak dimanfaatkan oleh semua  masyarakat guna mendukung dan mempermudah segala aktifitas sehari hari. Seperti halnya yang dilakukan oleh pemuda satu ini.

Pemuda asal kota Surabaya, Tony Susanto, yang merupakan Founder Matakota sebuah aplikasi media sosial yang diciptakan untuk memberikan kemudahan dalam reaksi cepat menyelesaikan sebuah masalah atau kasus.

Seperti yang disampaikan Tony Susanto, Founder Matakota ketika dijumpai dikantornya Natek Studio di Jalan Gayungsari Barat Surabaya, menuturkan bahwa, aplikasi ini sengaja dibuat untuk menciptakan Smart City dengan membangun Smart Citizen.

“Aplikasi ini sudah digarap sejak November 2016, dengan 5 fitur unggulan, yaitu laporan lalu lintas, bencana, kriminal, kebakaran, dan sosial. Selain itu, Matakota juga memiliki fitur utama yaitu “Panic Button”. Fitur utama ini berfimgsi untuk mendapatkan respon cepat tanggap dari instansi terkait ketika terjadi keadaan darurat.” Kata Tony ketika dijumpai dikantornya, Jumat, (31/3/17).

“Agar bisa mendapatkan respon cepat tanggap, Matakota akan terhubung dengan Command Center di beberapa instansi terkait seperti Pemerintah Kota, Kepolisian, Rumah Sakit, Tim SAR, dan Pemadam Kebakaran,” tambahnya.

Dijelaskan juga, dengan Command Center petugas terkait bisa langsung memberikan respon cepat tanggap kepada masyarakat ketika ada laporan keadaan darurat. Dengan begitu, secara tidak langsung akan membantu pemerintah menurunkan angka korban meninggal akibat lambatnya respon jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat lainnya.

“Namun, untuk menggunakan “Panic Button” tidak bisa sembarang orang, lantaran data user harus terverifikasi terlebih dahulu dari NIK (Nomor Induk Kependudukan) di Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Sedangkan user yang belum terverifikasi tidak akan bisa menekan tombol Panic Button,” terang Tony.

“Jadi setiap user yang ingin menggunakan tombol Panic Button harus terverifikasi terlebih dahulu untuk menghindari adanya fake report,” imbuhnya.

Akan tetapi, meskipun akun belum terverifikasi, user masih bisa menggunakan 5 fitur unggulan untuk sharing info maupun melaporkan terjadinya kecelakaan, kebakaran, kebanjiran, perampokan, dan laporan sosial serta bisa mengakses beberapa info penting lainnya.

Matakota juga berbagi berita penting yang bermanfaat bagi user. Matakota bisa sebagai media untuk menyampaikan infromasi publik dari instansi pemerintahan terkait secara langsung dengan masyarakat (user).

“Dengan itu, Pemerintah bisa menghemat biaya untuk sosialisasi atau menyampaikan informasi ke publik. Hanya dengan mengetik pengumuman pada fitur “Event” di Matakota, seluruh user akan mengetahui pengumuman tersebut pada saat itu juga,” pungkas Tony.

Tujuan pembuatan aplikasi ini sejalan dengan tujuan pemerintah, khususnya Surabaya, yang ingin menciptakan Smart City. Masyarakat saat ini sejujurnya sudah semakin cerdas dan aware terhadap sesuatu hal. Namun, untuk membangun Smart City juga dibutuhkan Smart Citizen. Oleh karena itu untuk memujudkan Smart City, pemerintah dan masyarakat yang sudah smart dan aware perlu integrasi yang baik. (Tls)