Hamid Nabhan : Jadikan Pohon Layaknya Teman

Surabaya (wartasas.com) – Mungkin seniman atau sastrawan satu ini patut dijadikan contoh atas karya dan kepeduliannya terhadap lingkungan dan pendidikan. Lewat karyanya, Hamid Nabhan pelukis berdarah Arab ingin menunjukkan kepada dunia bahwa alam juga perlu diperhatikan.

Dalam pembukaan pameran ilustrasi sekaligus lounching buku antologi puisi bertemakan “Pohon Sunyi” karya Hamid Nabhan pada Rabu, 12 April 2017 di The Biliton Resto Surabaya dibuka oleh KH. D Zawawi dan dihadiri langsung sang pelukis Hamid Nabhan didampingi Ida Fitriyah Seniman lukis.

Hamid Nabhan seniman dan sastrawan disela sela pameran menyampaikan, bahwa tujuan digelarnya pameran dan lounching buku ini adalah semata mata atas kepeduliannya terhadap alam dan lingkungan yang akhir akhir ini semakin rusak sehingga alam murka dan seringnya terjadi bencana.

“Alam juga makhluk hidup yang butuh diperhatikan dan dijaga. Bila kita mencintai alam, alam juga akan menjaga kita. Baru baru ini banyak terjadi bencana seperti tanah longsor, gempa dan banjir. Ini juga karena ulah manusia yang tidak peduli dengan alam.” Kata Hamid disela sela pembukaan pameran, Rabu, (12/4/17).

“Melalui karya ini baik lukisan dan buku, saya ingin menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya alam terhadap kehidupan manusia. Dan, saya tidak berniat untuk mengkomersilkan buku buku yang telah saya lounching ini,” tuturnya.

Ada 47 lukisan bertemakan peduli alam yang akan dipamerkan selama 1 minggu dari tanggal 12 hingga 19 April 2017 di The Biliton Resto Surabaya. Selain itu, buku yang berjudul “Pohon Sunyi” yang sudah tercetak hingga 1.000  eksemplar nantinya akan dibagi bagikan secara cuma cuma ke pengunjung pameran dan juga dibagikan ke sekolah sekolah dan perpustakaan.

“Lounching buku ini juga sebagai upaya menggairahkan literasi kita. Selain juga supaya generasi muda paham mengenai pentingnya melestarikan lingkungan, khususnya menjaga keberadaan pepohonan,” jelas Hamid.

Ditambahkan juga oleh Hamid, didalam buku Pohon Sunyi ada 56 puisiyang sudah lama disimpan dan lebih banyak menceritakan Kegelisahan, Kepedulian sekaligus Sindiran terhadap masyarakat yang kurang peduli terhadap alam dan lingkungan, agar lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Sarjana Pertanian UPN Surabaya ini, selalu mengingat ucapan Mahatma Gandhi bahwa ”Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, tapi tidak untuk keserakahanya”

“Jadikan pohon layaknya teman. Dia akan memberimu kehidupan dan kehidupan akan mengantarkan kita ke masa depan,” tegas Hamid sambil tersenyum. (Tls)