Pakde Karwo : Berikan Pelayan Mudik Lebaran Dengan Lebih Bersifat Humanis

Surabaya (wartasas.com) – Mewujudkan pelayanan yang baik kepada masyarakat dalam menyambut mudik lebaran 1439 H, dibutuhkan koordinasi yang baik. Semua petugas pelaksana harus bisa menyelesaikan tugas pokoknya masing-masing sehingga tidak timbul overlaping. Karenanya, perintah pimpinan harus jelas dan terukur terhadap setiap sektor.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dalam kesempatan Apel Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamanan Angkutan Lebaran Terpadu Prov. Jatim Tahun 2018 pada Sabtu, 09 Juni 2018 di depan kantor Dinas Perhubungan/Dishub Jatim, Surabaya.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim meminta pelayanan dan pengamanan angkutan lebaran kepada masyarakat bersifat humanis. Lewat pendekatan humanis maka yang dikedepankan bukanlah penindakan, namun lebih pada mengajak masyarakat untuk terlibat memikirkan keselamatan bersama.

“Saat mudik lebaran, kebanyakan orang emosi karena keinginan saling mendauhului. Oleh sebab itu, pendekatan humanis ini bisa memberi pengertian kepada mereka bahwa emosi bisa mengganggu keselamatan dirinya dan orang lain,” ucap Pakde Karwo dalam sambutannya, Sabtu, (09/06/18).

“Matangkan koordinasi, kumpulkan pimpinan antar sektor,  koordinasi di tiap-tiap posko, dan tanamkan bahwa pelayanan ini bukan penindakan tapi pelayanan,” tambahnya.

Pakde Karwo berharap, lewat pendekatan humanis dan koordinasi yang baik selama penyelenggaran angkutan lebaran terpadu maka jumlah kecelakaan di jalan bisa menurun. Berdasarkan data evaluasi angkutan lebaran tahun lalu, jumlah angka kecelakaan di masa angkutan lebaran tahun 2017 yakni 873 kejadian atau meningkat 11,07 persen dibanding tahun 2016.

“Saya berharap tahun ini jumlah kejadian dan korban kecelakaan bisa ditekan semaksimal mungkin, dengan mewujudkan zero accident,” tegasnya.

Kepada seluruh masyarkat Jatim, Pakde Karwo menyampaikan, bahwa semua aparat telah bersiap untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik tahun ini. Karenanya, semua pemudik diharapkan bisa pulang dan balik dengan aman.

Dalam kesiapan angkutan lebaran tahun ini, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim lewat Dishub Prov. Jatim telah melakukan seleksi kelayakan jalan atau ram cek terhadap 36 ribu angkutan jalan. Dari data yang didapat memang masih terdapat angkutan jalan yang kurang lengkap dan harus dibenahi.

“Kekurangan kelengkapan angkutan jalan ini sebagian disebabkan karena ketidakpahaman sopir atau pengendara atas standarisasi kendaraan. Karenanya, pemerintah dalam hal ini akan terus mendorong untuk dilengkapi. Tidak semua kendaraan yang tidak lengkap akan kami lakukan penindakan, karena jika semua ditindak maka armadanya akan kurang,” ungkap Pakde Karwo. (Tls)