Pakde Karwo : Baik Buruknya Sekolah Ada Ditangan Kepala Sekolah

Surabaya (wartasas.com) – Pertama kalinya di dunia pendidikan di Indonesia, Gubernur melantik kepala sekolah. Pelantikan kepala sekolah ini baru pertama kali digelar setelah kewenangan pengelolaan SMA/SMK yang sebelumnya dibawah naungan kabupaten/kota diserahkan kepada pemerintah provinsi.

Gubernur Jatim Soekarwo mengukuhkan dan melantik kepala sekolah dan kepala tata usaha (TU) se-Jatim pada Rabu, 4 Januari 2017 di gedung negara Grahadi Surabaya, didampingi Wakil Gubernur Jatim dan Kepala Dinas Pendidikan Prov Jawa Timur.

Dalam pidatonya, Gubernur Jatim Soekarwo memberikan amanah, bahwa baik atau buruknya perkembangan suatu sekolah itu ada ditangan seorang kepala sekolah.

Pakde Karwo : Baik Buruknya Sekolah Ada Ditangan Kepala Sekolah“Sekolah mau dibuat baik, semakin baik maupun jauh lebih baik, kepala sekolahlah yang mampu menentukan. Meskipun, seorang kepala sekolah itu merupakan “calon korban” yang mana selalu mendapatkan lebih banyak celaan daripada pujian.” Ucap Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ketika memberikan amanah usai acara pelantikan, Rabu, (4/1/17).

Sebanyak 768 kepala sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK)  dilantik langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

Kepala sekolah merupakan orang-orang yang sebelumnya berada di posisi sama, namun akan diberlakukan sistem evaluasi sebagai bentuk komitmen terhadap kinerjanya.

“Prinsipnya, kepala sekolah selama setahun lalu ini tetap dipakai, tapi setahun ke depan ada evaluasi agar ada peningkatan pada tugas pokok dan fungsinya. Jadi untuk sementara tidak ada yang diganti,” ungkap Gubernur Jatim.

“Pelantikan tersebut sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan kewenangan SMA/SMK dikelola Pemprov,” pungkasnya.

Disamping itu, pelantikan tersebut juga membuktikan bahwa kewenangan untuk SMA/SMK dan pendidikan khusus sudah menjadi ranah provinsi Jawa Timur. Apalagi, sejak 30 September 2016 lalu seluruh kabupaten dan kota telah menandatangani penyerahan aset beserta seluruh pegawai SMA/SMK ke gubernur. (dwito)

Add a Comment