Novo Nordisk Berikan Edukasi Pencegahan dan Perawatan Diabetes

Jakarta (wartasas.com) – Lebih dari 199 juta wanita hidup dengan diabetes dan diproyeksikan meningkat menjadi 313 juta jiwa pada tahun 2040. Dua dari lima wanita dengan diabetes berada pada usia produktif terhitung lebih dari 60 juta wanita di seluruh dunia. Hal tersebut, menurut data Diabetes Atlas Edisi ke-8 yang diterbitkan oleh International Diabetes Federation pada tahun 2017.

Novo Nordisk bekerjasama dengan International Diabetes Federation (IDF) dan  PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) bersama Kedutaan Besar Denmark selenggarakan kegiatan untuk edukasi akses perawatan diabetes serta kondisi saat ini wanita dengan diabetes bertemakan “Women and Diabetes – our right to a healthy future“.

Morten Vaupel Vice President & General Manager of PT Novo Nordisk Indonesia, menyampaikan, bahwa, Hari Diabetes Sedunia merupakan bentuk tanggapan terhadap pesatnya kenaikan angka jumlah penderita diabetes di seluruh dunia. Dalam hal ini, Novo Nordisk bersama PERSADIA dan Kedutaan Besar Denmark ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengetahuan mengenai diabetes gestasional.

“Komitmen Novo Nordisk sebagai perusahaan farmasi yang mengedepankan pencegahan dan pengobatan diabetes, kami, Novo Nordisk Indonesia melakukan upaya-upaya mulai dari edukasi dan komunikasi bagi pasien hingga peningkatan kapasitas para praktisi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.” Kata Morten dalam kesempatan jumpa pers, Kamis, (16/11/17).

“Sesuai dengan tema yang diusung IDF, kami akan mengkomunikasikan pentingnya akses yang terjangkau dan merata bagi semua wanita yang berisiko ataupun penyandang diabetes agar mendapat pengobatan  yang dibutuhkan. Dalam melakukan upaya-upaya ini tentunya kami tidak bekerja sendiri, beberapa di antaranya Kementerian Kesehatan, Kedutaan Besar Denmark dan PERSADIA,” tambahnya.

Data IDF Diabetes Atlas edisi ke-8 memperkirakan bahwa jumlah penyadang diabetes di Indonesia mencapai angka 10,3 juta orang pada tahun 2017 dan diprediksi mencapai 16,7 juta pada tahun 2045. Sekitar 53,7% diantaranya tidak terdiagnosa. Saat ini, Indonesia berada pada peringkat keenam sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

“Kami berharap, lebih banyak lagi masyarakat yang menyuarakan tentang upaya untuk menghindari diabetes, demi generasi penerus dan untuk Indonesia yang lebih sehat,” harapnya.

dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, Spesialis Endokrin yang juga anggota PERSADIA menambahkan, bahwa, Diabetes merupakan penyebab kematian kesembilan pada wanita di seluruh dunia yang menyebabkan 2,1 juta kematian per tahun.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar wanita dengan gestational diabetes akan terus mengembangkan bentuk diabetes hingga menjadi diabetes tipe 2 sehingga menyebabkan komplikasi dan biaya perawatan kesehatan lebih lanjut. Ditambah dengan komplikasi diabetes pada wanita lebih sulit untuk didiagnosis. Minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai bahaya diabetes dan cara yang tepat untuk menangani diabetes merupakan salah satu faktor utama yang menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10 peringkat teratas negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia,” terang dr. Roy.

Rasmus Abildgaard Kristensen, Ambasador Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia menerangkan, bahwa diabetes telah menjadi masalah utama pada kesehatan masyarakat. Tidak hanya menyerang lebih dari 250 juta orang di Indonesia, di negara Denmark, diabetes juga menyerang lebih dari 5,5 juta orang.

“Denmark berkomitmen untuk menetapkan target dalam memperluas kerjasama dengan Indonesia baik di bidang kesehatan dan juga dalam kerjasama antar pemerintahan, maupun dalam kemitraan publik. Gagasan kolaborasi ini diprakarsai oleh kunjungan Delegasi Kesehatan Indonesia yang dipimpin oleh Sekertaris Jenderal Kementrian Kesehatan ke Denmark pada tahun 2016 silam,” pungkasnya. (Ang/Tls)