Momen Lebaran Membawa Berkah Bagi Para Pelaku Bisnis Ritel

Surabaya (wartasas.com) – Bagi pelaku bisnis ritel di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur, moment Hari Raya Idul Fitri merupakan berkah tersendiri. Pasalnya, hampir seluruh masyarakat berbondong bondong berbelanja untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur  April Wahyu Widati bahwa, setiap tahun menjelang lebaran dan Hari Raya Idul Fitri selalu ada lonjakan tinggi dalam bisnis ritel.

“Itu disebakan karena disetiap momen lebaran semua masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri selalu berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya baik itu kebutuhan pokok seperti sembako maupun kebutuhan tambahan seperti pakaian dan sepatu,” kata wanita ramah yang akrab disapa April saat dijumpai di Giant Mall Surabaya, Sabtu, (09/06/18).

“Terlebih diperkuat dengan adanya kebijakan pemerintah untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan. Sehingga, membuat masyarakat lebih bergairah untuk berbelanja,” tambahnya.

Dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR) 2018 Aprindo berharap 50 persen dari dana THR  yang mereka dapatkan dapat dibelanjakan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Sehingga, mampu mendongkrak omzet dari bisnis ritel itu sendiri.

Ditempat yang sama, Director Indonesian retail Republic, Abraham Ibnu juga menambahkan, bahwa meskipun dengan adanya tragedy Bom Gereja yang terjadi di Surabaya yang sempat membuat masyarakat resah serta membuat bisnis ritel pengalami penurunan secara drastis pasca teror bom di pertengahan Mei 2018 tidak lantas membuat bisnis ritel terus lesu.

“Kami terus membuat gebrakan baru dan promo besar besaran untuk menarik minat masyarakat berbelaanja kembali. Terlebih dukungan pemerintah yang sangat besar juga mempengaruhi minat masyarakat kembali berbelanja,” terang Ibnu.

Kondisi sektor perdagangan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kota Surabaya sudah berangsur pulih dan kembali normal. Bahkan di akhir bulan Mei kemarin penjualan ritel modern telah mengalami kenaikan sebesar 30 persen dibanding tahun lalu pada bulan yang sama.

“Melihat tingkat konsumsi masyarakat yang sudah kembali normal, kami tetap optimistis target penjualan lebaran sebesar Rp 1,7 triliun di bulan Juni ini akan tercapai,” tegas Inbu dengan semangat.

Lebaran memang menjadi momen terbesar untuk bisa mendongkrak penjualan. Jika pada bulan normal target penjualan pada tahun ini dipatok sebesar Rp 1 triliun per bulan, maka mulai bulan Mei target naik menjadi Rp 1,4 triliun per bulan dan di bulan Juni menjadi Rp 1,7 triliun per bulan.

“Teror bom di Surabaya ternyata tidak memiliki dampak cukup besar bagi masyarakat khususnya warga Kota Saurabayadan bagi dunia ritel. Ini terlihat dari antusias masyarakat Kota Surabaya yang berbelanja masih cukup tinggi,” urai Ibnu. (Tls)