“Minangkabau Fashion Heritage” Turut Ramaikan Fashion Fair 2018 Surabaya

Surabaya (wartasas.com) – Baru dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T pada Rabu, (26/09), pameran Fashion Fair 2018 Surabaya langsung diserbu para pengunjung terutama pecinta fashion.

Fashion Fair 2018 Surabaya bertemakan “The Finest Of Fashion & Craft” merupakan pameran yang menjadi wadah bagi para produsen ekonomi kreatif khususnya dunia fashion untuk memanjakan para fashionista Nusantara tampil Update dengan produk fashion batik, tenun, busana muslim, perhiasan, sepatu, tas dan lainnya.

Dalam sambutannya Dr. Ir. Wahid Wahyudi menyampaikan bahwa, Indonesia saat ini bisa disebut negara yang sadar akan tingginya kebutuhan Fashionista atau pelaku fashion. Ini terbukti begitu banyaknya para konsumen dari semua kalangan berpesta busana mengikuti tren yang bergulir setiap waktu.

“Fashion Fair 2018 Surabaya ini, diharapakan dapat membawa nuansa penuh warna dengan tujuan mengeksplorasi Value Fashion 2018 serta membawa Indonesia menjadi Negara standardisasi busana dengan keragaman serta kualitas terbaik di kancah Asia dan Dunia, khususnya di wilayah Jawa Timur,” ucap Wahid usai Opening Ceremony Fashion Fair 2018 Surabaya, Rabu, (26/09/18).

“Semoga, dengan diadakannya pameran ini menjadi sebuah ajang promosi untuk meningkatkan inovasi produk-produk Indonesia yang mampu bersaing,” tambahnya.

Dijelaskan juga oleh Wahid, Fashion masuk sebagai salah satu sub sektor yang mendominasi ekonomi kreatif di Jawa Timur. Bahkan, data yang diperoleh oleh Pemprov Jatim, industri fashion di Jawa Timur mampu memberikan kontribusi PDRB sebesar 12,87 Trilliun Rupiah.

“Dunia fashion itu tidak dapat dipisahkan dengan dunia kriya. Karena, kriya pun memberikan kontribusi ekonomi yang begitu besar 3,87 Trilliun Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa, pangsa pasar Industri fashion dan kriya sangat besar,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Umi Noor Wijiati selaku Direktur dari Mediatama Binakreasi mengatakan bahwa, Fashion Fair 2018 Surabaya sebagai media interaktif yang mempertemukan produsen dengan potensial market wilayah timur Jawa khususnya kota Surabaya diharapkan menjadi langkah dan tahapan menuju pasar internasional yang lebih kompetitif.

“Dengan keadaan yang serba Fashionable, menjadi peluang tersendiri bagi para produsen UMKM yang berkutat di dunia fashion untuk tampil dengan sentuhan karya-karya yang terbarukan sesuai dengan keinginan yang ada baik tren klasik, kekinian, varian hijab dan lain-lain,” pungkas Umi.

Fashion Fair 2018 Surabaya yang diselenggarakan selama lima hari sejak 26-30 September 2018 di Grand City Surabaya tidak saja menghadirkan acara menarik seperti, Fashion Show, pertunjukan Musik Akustik, Talkshow dan Workshop, namun juga menghadirkan kebudayaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan tema “Minangkabau Fashion Heritage”.

Minangkabau Fashion Heritage adalah sebuah acara yang menyuguhkan keragaman dan keindahan budaya tanah Minang yang ditampilkan dalam program fashion show dari designer-designer terbaik Sumatera Barat, serta menampilkan pertunjukan tari dan musik yang didatangkan langsung dari Kota dan Kabupaten di Sumatera Barat. (Tls)