Maxone Hotel Tidar Turut Dukung UMKM

Surabaya (Warta Sas) – Dalam Pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang sedang digalakkan oleh pemerintah, Maxone Hotels.com @Tidar Surabaya juga turut ambil bagian dalam program pengembangan UMKM.

Kali ini, warga eks lokalisasi Dolly yang dibantu oleh Yunus Camat Kecamatan Sawahan Kelurahan Putat Jaya, yang mulai mengembangkan sayapnya dengan UMKM, akhirnya bisa bernafas lega.

Maxone Hotels.com @Tidar Surabaya ingin hadir di kota Surabaya selain bertujuan komersial tentunya ingin menjadi bagian sebagai pendorong perekonomian dan menjadi manfaat bagi warga di sekitar lokasi Hotel.

3

Sebagai bentuk wujud nyata sumbangan Maxone Hotels.com @Tidar Surabaya terhadap kemajuan dan kemakmuran warga sekitar hotel terutama pengembangan UMKM, Maxone Hotel Tidar menjalin kerjasama dengan UMKM Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.

Seperti yang disampaikan General Manager Maxone Hotel Tidar Ary Risdijawan, dalam pertemuan dengan pelaku usaha UMKM Putat Jaya, mengatakan, bahwa, bentuk kerjasama ini adalah dengan menyerap produk produk UMKM yang berkaitan dengan perlengkapan yang dibutuhkan oleh hotel. Kerjasama ini di mediasi oleh pihak Kecamatan Sawahan selaku Pembina UMKM di Kelurahan Putat Jaya.

“Untuk tahap awal dari kerjasama ini, Pihak Maxone Hotels,com @Tidar Surabaya telah sepakat untuk menunjuk UMKM Kelurahan Putat Jaya yang mengkoordinir warga pengrajin di lingkungan Kelurahan Putat Jaya.” Ucap Ary dalam acara presscon, Selasa, (15/11/16).

1

“Untuk tahap awal pihak Maxone Tidar memesan sandal sebanyak 1.000 pieces/ bulan. Kami akan lihat juga tingkat hunian tamunya. Namun, rata-rata jumlah sandal yang kami perlukan untuk dipakai tamu kisarannya 1.000 pieces per satu sampai satu setengah bulan,” tambahnya.

Agar kerjasama ini dapat dikembangkan, Maxone Hotels.com @Tidar Surabaya memberikan beberapa sampel sampel items kebutuhan perlengkapan hotel untuk dibuat di UMKM dengan standard dan baku mutu sesuai permintaan hotel, dan masih terus akan menjajaki produk produk lain yang dapat diserap dari UMKM Kelurahan Putat Jaya.

Ditambahkan juga oleh Ahmad Arif, Direktur CV Indana yang mengkoordinir warga kawasan Putat Jaya, bahwa proses pembuatan sandal itu membutuhkan waktu, mulai sablon, pengeplongan, dan pengeleman.

“Ada sekitar 40 orang menggarap sandal pesanan Maxone. Dan, harga kami sangat bersaing, silakan dicek ke supplier sebelumnya karena kami memang tidak mengambil untung terlalu banyak. Yang penting jalan saja dulu,” kata Arif.

Selain menjalin kerjasama, dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan dan penyerahan nota pesanan (Purchase Order) pertama. (dwito)

 

Add a Comment