Dukung Pelestarian Budaya Batik Madura, MIRACLE Gelar CSR

Surabaya (wartasas.com) – Mengangkat citra warisan budaya Batik Madura yang hampir punah agar bisa kembali dikenal masyarakat luas tidak saja di Indonesia namun hingga ke mancanegara, langsung ditanggapi serius oleh MIRACLE Aesthetic Clinic.

Kali ini, MIRACLE Aesthetic Clinic langsung meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tajuk “Dari Ufuk Sinar Klampar… Peduliku, Pedulimu” sebagai wujud kepedulian MIRACLE terhadap warisan budaya Batik Madura, dengan menggandeng Fashion Conceptor ternama, Embran Nawawi, dan bekerjasama dengan para pengrajin batik di Kampung Klampar, Pamekasan, Madura.

Seperti yang disampaikan dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM selaku Founder dan President Director MIRACLE Aesthetic Clinic Group, bahwa, MIRACLE memutuskan menjalankan program CSR dengan masyarakat Kampung Klampar, Pamekasan, Madura, dengan tujuan mengangkat warisan budaya Batik Madura yang hampir punah.

“Kebetulan juga dalam tahun ini, MIRACLE me-launching seragam terbaru, yang menyertakan corak batik khas tanah air. Untuk itu kami ingin menggandeng pengrajin batik asal Kampung Klampar agar dapat membantu dan mengangkat perekonomian masyarakat Kampung Klampar,” kata dr. Lanny Juniarti dalam kesempatan jumpa pers, di Ultimate M Lounge, Miracle Aesthetic Clinic, JI. MH. Thamrin no. 40 Surabaya, Kamis, (12/10/17)

“Dengan memesan pembuatan seragam batik MIRACLE skala nasiona di Kampung Klamper dapat mempromosikan corak batik Madura, agar jangan sampai punah,” tambahnya.

Masih kata wanita cantik yang biasa disapa dr. Lanny, bahwa, tidak hanya desain seragam yang cantik dan indah, tetapi filosofi batik di baliknya juga sangat menarik dan bermakna bagi MIRACLE. Logo MIRACLE yang berbentuk daun dengan siluet wajah dan berwarna hijau mempunyai makna komitmen MIRACLE untuk terus tumbuh dan berkembang dalam memberikan solusi terbaik perawatan wajah untuk para pelanggan, ternyata memiliki kesamaan makna dengan filosofi batik Madura yang kebanyakan berwarna cerah dan bermotif flora.

Sedangkan Fashion Conceptor ternama, Embran Nawawi ketika disinggung terkait kerjasamanya dengan MIRACLE tentang pembuatan seragam barunya, mengatakan sangat senang dan bersyukur bahwa MIRACLE masih peduli dengan para pengrajin batik yang ada di Kampung Klamper.

“Program CSR yang digagas oleh MIRACLE sangat membantu dan diharapkan dapat membantu masyarakat Kampung KIampar, Pamekasan, Madura, untuk kembali berkreasi dan melestarikan warisan budaya batik Madura,” terang Embran.

“Desain seragam ini memiliki pattern pucuk-pucuk daun yang disusun menjadi pola baru yang berbentuk bintang dengan enam sisi, yang melambangkan kesegaran, kecantikan, kedewasaan, serta harapan, kekuatan dan ketangguhan Miracle untuk selalu berjaya dan bersinar di tengah maraknya bisnis klinik kecantikan di Indonesia,” papar Embran menjelaskan filosofi di balik seragam batik MIRACLE.

MIRACLE berharap dengan program CSR ini, dapat menginspirasi masyarakat Kampung KIampar untuk menemukan versi terbaik dalam diri mereka dan menumbuhkan kembali minat mereka untuk selalu berkarya.

“Selain itu, kami juga ingin mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga warisan budaya batik yang menjadi ciri khas dari budaya Indonesia yang patut dibanggakan,” urai dr. Lanny. (Tls)