Artotel Surabaya Dukung Para Seniman Untuk Terus Berkarya

Surabaya (wartasas.com) – Sebagai hotel yang dirancang dengan arsitektur colonial, ARTOTEL Surabaya berkomitmen untuk terus mendukung dan memberikan wadah bagi para seniman untuk berkreasi dan berkarya ciptakan inovasi baru dalam seni.

Kali ini, menggandeng seniman lokal Horestes Vicha, ARTOTEL Surabaya kembali menyelenggarakan pameran seni berjudul ’Lost and Found’’ yang digelar sejak 18 Mei hingga 31 Juli 2019 di ARTSPACE, Lobby Level.

Eggy Rigata selaku Hotel Manager ARTOTEL Surabaya mengatakan, bahwa, pameran ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan apresiasi ARTOTEL Surabaya kepada para seniman hebat Indonesia khususnya yang berada di Jawa Timur.

”Program ini merupakan kegiatan rutin kami. Dengan harapan, bisa menjadi sebuah kesempatan bagi seniman lokal Indonesia khususnya yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya, seperti Vicha,” kata Eggy saat dijumpai disela sela Opening Ceremony pameran, Jumat, (17/05/19).

“Sehingga, melalui pameran ini para seniman dapat menyuarakan pendapat mereka tentang diri mereka sendiri, lingkungan, bahkan mungkin perhatian mereka tentang kondisi Indonesia saat ini melalui karya mereka,’’ tambahnya.

Pameran tunggal Horestes Vicha ini diprakarsai oleh ARTOTEL Project Series (APS), event management dari ARTOTEL Group yang fokus menyelenggarakan kegiatan seni, seperti pameran, workshop seni, hingga kegiatan musik yang mengusung gaya hidup masa kini.

Pada pameran kali ini, Vicha menampilkan karya seni visual yang merupakan realisasi simbolis dari berbagai tatanan kehidupan dalam pengalaman kesehariannya. Vicha merupakan  seniman kelahiran kota Magelang tahun 1993 lulusan dari Modern School of Design(2015) dan melanjutkan jenjang pendidikannya ke Art Faculty STSRD Visi, communication of Design(2017), Yogyakata.

Melalui pameran seni ‘’Lost and Found’’ ini, Vicha menampilkan karyanya sebagai rangkaian kolase untuk menunjukkan keragaman elemen-elemen, yang disatukan dalam menterjemahkan kenyataan keseharian melalui simbol dan ikon visual.

Simbol dan ikon visual ini diharapkan dapat menstimulasi atau paling tidak memberi efek imajinasi atau pencerahan bagi yang melihatnya dan membebaskan siapa saja untuk menafsirkan, berimajinasi, berpikir untuk memaknai visual tersebut. (Tls)