KPPU dan BPS  Bangun Basis Data dan Sistem Informasi Statistik

Jakarta (wartasas.com) – Menghadapi dinamika persaingan usaha yang semakin cepat dan komplek, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai perlu langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan kinerja pengawasan yang dimilikinya, salah satunya melalui networking dengan institusi yang kredible.

Kali ini, KPPU menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bersinergi dalam penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik bidang persaingan usaha dan kemitraan dengan dilaksanakan menandatangani nota kesepahaman yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Juli 217, di Jakarta.

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf menjelaskan bahwa, terdapat beberapa point kesepakatan kerja sama yang disetujui oleh KPPU dan BPS, salah satunya adalah mengenai penyediaan data dan informasi statistik melalui kegiatan perencanaan dan penganggaran, pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data dan informasi statistik bidang persaingan usaha dan kemitraan

“Pentingnya sinergi KPPU dengan BPS ini harus dilakukan. Dalam penanganan berbagai kasus yang dihadapi, KPPU memerlukan dukungan data-data yang memadai serta terjamin validitasnya. Dan ini ada di BPS, sebagai satu-satunya rujukan statistik di Indonesia sebagaimana didengungkan Presiden Joko Widodo,” tutur Syarkawi usai laksanakan penandatanganan nota kesepahaman, Rabu, (6/7/17).

Sementara itu Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto menyambut baik kerja sama BPS dan KPPU. Kerja sama ini merupakan komitmen BPS dalam mengimplementasikan kebijakan satu data guna mendorong terciptanya persaingan usaha yang sehat.

“KPPU dan BPS juga bersepakat dalam membangun dan mengembangkan basis data dan sistem informasi statistik dibidang persaingan usaha dan kemitraan,” terang Kecuk.

Basis data ini menurut Syarkawi akan menjadi  sangat strategis dalam mendukung analisa yang akan dilakukan KPPU.

“Kami meyakini dengan adanya ketersediaan basis data dan sistem informasi statistik khusus persaingan usaha dan kemitraan akan dapat meningkatkan kualitas Putusan dan saran pertimbangan yang akan dihasilkan oleh KPPU,” urai Syarkawi. (Ang/Tls)