Gandeng Hypermart, Unilever Berikan Edukasi Pentingnya Memilah Sampah

Surabaya (wartasas.com) – Permasalahan sampah yang masih terus menjadi kendala bagi masyarakat dan pemerintah terutama dikota kota besar, akan bisa diatasi jika semua pihak bekerjasama dalam menanggulangi permasalahan yang ada.

Menghadapi hal tersebut, Unilever Indonesia bersama Hypermart menggelar program Talkshow bertemakan “Belanja tanpa Nyampah, pilah Sampah itu mudah” yang digelar pada Sabtu, 02 Desember 2017 di Hypermart Pakuwan Mall Surabaya.

Dalam paparannya, Maya Tamimi Head of Environment and Sustainability dari Yayasan Unilever lndonesia menyampaikan, bahwa, Unilever merasa perlu menggandeng banyak pihak seperti Hypermart untuk sama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pilah sampah di tataran rumah tangga.

“Upaya ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pilah sampah untuk mengurangi timbunan sampah di alam ataupun di tempat pembuangan akhir (TPA),” kata Maya dalam kesempatan talkshow di hypermart, sabtu, (02/12/17).

“Konsumen memiliki peranan penting dalam mengurangi sampah di TPA/di alam, karena semua upaya dimulai dengan mengurangi dan mengelola (memilah) sampah di tingkat rumah tangga,” tambahnya.

Masih menurut Maya, bahwa perlunya mengajak konsumen untuk memilah sampah di rumah dan menyalurkannya ke drapbox yang ada di 3 toko Hypermat (Hypermart Pakuwon, Hypermart Sidoarjo dan Hypermart East Coast) melalu program ‘Belanja tanpa Nyampah, pilah Sampah itu mudah’ selama periode Desember 2017 -Februari 2018.

Permasalahan sampah merupakan permasalahan pelik yang harus ditanggulangi bersama sama. Setiap tahunnya dihasilkan 65.8 juta ton sampah di indonesia dengan tingkat pemilahan sampah di masyarakat yang masih rendah.

Danny Kojongian Corporate Communications Director & Corporate Secretary PT. Matahari Putra Prima Tbk. menyambut baik kerjasama antara Unilever dan Hypermart dalam mengurangi timbunan sampah kemasan produk di tengah masyarakat.

Sebagai ritel, Hypermart merasa perlu ambil bagian dalam membantu mengatasi hal ini dengan berpartisipasi menyediakan dropbox pengumpulan sampah di beberapa toko Hypermart di Surabaya,” terang Danny.

Program “Belanja Tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah” diharapkan dapat mengedukasi konsumen untuk mengelola sampah dengan tepat. Sampah yang dikumpulkan konsumen tersebut akan disalurkan ke jaringan Bank

Sampah binaan Unilever yang nantinya akan di salurkan ke industri daur ulang. Khususnya materi plastik fleksibel (plastik sachet dan pouch) akan meniadi materi untuk pabrik CreaSolv, pabrik daur ulang sampah kemasan plastik yang dimiliki Unilever bersama mitranya dl Sidoarjo.

“Akan ada reward yang diberikan kepada konsumen yang membawa sampah kemasan kosong dan bersih untuk dimasukkan kedalam dropbox,” paparnya.

Program “Belanja tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah” Juga merupakan upaya Unilever untuk terus membangun kesadaran para pihak akan konsep solusr pengelolaan sampah kemasan yang terintergasi, atau Extended Stakeholder ResponSibility (ESR).

“Kami berharap program kerjasama ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama mengatasi permasalahan sampah dengan mulai memilah sampah dan tataran rumah tangga hingga instansi dan industri,“ pungkasnya.

Unilever sejak tahun 2001 menjalankan program GREEN AND CLEAN, TRASHION, dan BANK SAMPAH, yang menjangkau masyarakat luas, serta program ZERO WASTE TO LANDFILL di dalam kegiatan operasi Unilever sendiri.

Di awal 2017, Unilever telah membuat terobosan CreaSolv Process, sebuah teknologi pertama di dunia yang mampu mendaur ulang plastik flekSibel kembali menjadi bahan baku kemasan sachet dan pouch. (Tls)