Frisian Flag Indonesia Dukung Gizi Sehat Anak Indonesia

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup sehat dan gizi sehat untuk anak anak Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) melaksanakan Training of Trainers (ToT) bagi 270 guru Sekolah Dasar di Surabaya yang didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai rangkaian kegiatan dari Gerakan Nusantara seputar Pedoman Gizi Seimbang (PGS), pola hidup sehat dan aktif, dan kebaikan susu bagi tubuh.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD menerangkan, bahwa data status gizi anak umur 5-12 tahun secara nasional masih menunjukan angka prevalensi yang tinggi, di mana angka prevalensi pendek sebesar 30,7%, prevalensi kurus sebesar 11,2%, hingga prevalensi gemuk sebesar 18,8%.

“Jawa Timur dipilih sebagai fokus Gerakan Nusantara karena berdasarkan data status gizi anak umur 5-12 tahun di provinsi Jawa Timur menempatkan provinsi tersebut ke dalam daftar 15 provinsi dengan prevalensi sangat gemuk di atas prevalensi nasional tersebut. Di kota Surabaya sendiri memiliki angka prevalensi pendek sebesar 12,7% dan angka prevalensi gemuk sebesar 10,2%,” ucap Ir. Ahmad dalam kesempatan pemaparan edukasi dihadapan 270 guru di Surabaya, Selasa, (12/9/17).

Program Gerakan Nusantara 2017 menjangkau lebih dari 700 sekolah, lebih dari 8.000 guru, serta kurang lebih 500.000 siswa/i Sekolah Dasar yang tersebar di 24 kota di propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, serta untuk pertama kalinya dilaksanakan di Riau (Pekanbaru), Jambi, dan Sumatera Barat (Padang).

Serangkaian kegiatan terpadu disiapkan guna mengoptimalkan Gerakan Nusantara di masing-masing sekolah yang menjadi sasaran tujuan, di antaranya kegiatan edukasi dan pelatihan bagi guru, pemaparan dan edukasi di dalam kelas bagi guru dan siswa, aktivitas luar ruangan di sekolah, pembagian sampel susu, hingga pemantauan berkala.

Dalam kesempatan yang sama, Refa Griyanda selaku CSR Manager PT Frisian Flag Indonesia mengungkapkan, pendekatan melalui pelatihan guru (ToT) ini dipilih berdasarkan hasil studi Knowledge, Attitude, Practice (K-A-P) 2016 dari FFI dan Pusat Kajian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Indonesia (PKGK FKM UI) yang menunjukkan adanya peningkatan hasil akhir keseluruhan program Gerakan Nusantara 2016 secara signifikan setelah 3 bulan.

“Selaras dengan komitmen Frisian Flag Indonesia, Nourishing by Nature, kami berupaya untuk terus menyediakan gizi terbaik serta meningkatkan status gizi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang dan gaya hidup sehat dan aktif,” papar Refa.

“Gerakan Nusantara turut dirancang untuk mendukung sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera dengan mengakhiri kelaparan dan malnutrisi hingga tahun 2030,” imbuhnya.

PT Frisian Flag Indonesia (FFI) selalu melakukan studi Knowledge, Attitude and Practice (KAP) secara berkelanjutan untuk mengukur efektivitas program Gerakan Nusantara dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, studi KAP dilakukan terhadap guru siswa di Jawa Timur selama tiga bulan, hasilnya menunjukkan bahwa sebelum intervensi program dilaksanakan, perilaku dan pengetahuan gizi siswa di wilayah pinggiran kota masih belum merata dan tergolong rendah, dimana hanya 38.9% saja yang mengetahui isi pesan Pedoman Gizi Seimbang (PGS), dan bahkan kebiasaan berolahraga yang sesuai anjuran PGS tergolong sangat rendah di angka 5.9%.

“Metode intervensi di sekolah yang dilakukan telah berhasil meningkatkan pengetahuan gizi dan perilaku hidup sehat aktif secara signifikan dan merata di semua kelompok, yang mengindikasikan keberhasilan pelaksanaan program Gerakan Nusantara ini,” urai Refa mengakhiri. (Tls)