Dipastikan Premium dan Minyak Tanah Tidak Turut Naik

Jakarta (wartasas.com) – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) umum jenis Pertamax Series, Pertalite dan Dexlite naik Rp 300/liter sejak 5 Januari, cukup membuat masyarakat menjadi resah karena dikhawatirkan turut naiknya bahan kebutuhan pokok.

Namun, kenaikan BBM jenis Pertamax Series, Pertalite dan Dexlite tidak diikuti kenaikan harga BBM bersubsidi dan BBM Khusus Penugasan, yaitu Solar, Premium dan Minyak Tanah.

Seperti yang disampaikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam konferensi pers di Jakarta, sebagaimana dikutip siaran pers Kementerian ESDM bahwa  harga tersebut akan kembali dikaji harganya oleh pemerintah pada bulan Maret 2017.

“Keputusan tidak menaikkan harga BBM Bersubsidi tersebut diambil Pemerintah setelah bersama Pertamina melakukan evaluasi harga BBM dalam tiga bulan terakhir.” Ucap Ignasius Jonan dalam jumpa pers, 20 Desember 2016 lalu.

“Pemerintah tetap akan melihat perkembangan harga minyak dunia pada Januari-Februari mendatang. Namun dengan keputusan tak ada kenaikan harga BBM subsidi ini diharapkan tetap mampu menjaga daya beli masyarakat,” tegas Jonan.

Berkaitan dengan harga jual eceran BBM Non Subsidi (BBM Umum), Menteri ESDM menjelaskan, harga diatur dapat ber fluktuatif , bisa naik dan bisa turun. BBM Umum atau BBM Non Subsidi meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, Pertalite, dll atau selain BBM subsidi dan BBM Penugasan.

Namun pemerintah sesuai UU migas ttetap mengatur harga BBM Non Subsidi (BBM Umum) dengan mengatur margin terendah sebesar 5% dan margin tertinggi 10%. “Ketentuan tersebut diatas diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, dan Pasal 4 Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM,” jelas Jonan.

Kebijakan Korporasi Sebelumnya Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro dalam siaran persnya Kamis (5/1) mengatakan, penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina dimana review dilakukan secara berkala.

“Perubahan harga terhitung mulai pukul 00.00 wib tanggal 5 Januari 2017. Penyesuaian dilakukan sebesar Rp300 per liter untuk seluruh jenis BBM umum di semua daerah,” kata Wianda.

Untuk harga Pertamax di DKI Jakarta, dan seluruh provinsi di Jawa-Bali ditetapkan sebesar Rp8.050 per liter dari semula Rp7.750 per liter. Adapun, di daerah yang sama Pertalite menjadi Rp7.350 per liter dari sebelumnya Rp7.050 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex dilepas diharga Rp8.400 per liter untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta Rp8.500 per liter untuk DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dexlite yang menjadi pilihan baru untuk produk diesel ditetapkan menjadi Rp7.200 per liter untuk Jawa-Bali-Nusa Tenggara. (Humas Kementerian ESDM/Tls)

Add a Comment