Demi Keamanan Kota Surabaya, Pemkot Surabaya, Bersinergi Bersama TNI dan Polri

Surabaya (wartasas.com) – Mengantisipasi gangguan keamanan dan kejahatan, Pemerintah Kota Surabaya didukung Polri dan TNI bersinergi untuk melakukan beberapa strategi penanganan kejahatan dari pendekatan kejahatan yang cenderung bersifat represif (penindakan) menjadi pencegahan.

Hal tersebut ditunjukkan dalam acara sinergi 3 pilar “Revitalisasi Himbauan Kamtibmas Tamu 1×24 jam Wajib Lapor RT/RW” yang dilaksanakan pada Selasa, 5 September 2017 di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, dengan dihadiri oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kapolrestabes Surabaya M Iqbal, serta pejabat Polda Jatim, dan Korem 084 Bhaskara Jaya.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dalam sambutannya menyampaikan, untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan serta gangguan keamanan, kembali menggalakkan Revitalisasi wajib lapor. Budaya wajib lapor yang perlahan-lahan tidak diterapkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat kepada RT/RW, dinilai mengakibatkan banyak hal. Utamanya, tingkat kejahatan meningkat dan sulit untuk dideteksi sejak dini.

“Bersama Pemerintah Kota Surabaya, TNI dan Polri bersinergitas bersama warga membangun kembali dan membudayakan kembali wajib lapor tamu 1×24 jam kepada RT/RW setempat.” Kata Risma dalam sambutannya, Selasa, (5/9/17).

“Saat ini tingkat kepeduliaan masyarakat untuk melaporkan (individualisme) sangat memprihatinkan. Sistem  wajib lapor 1×24 jam kepada RT/RW itu secara perlahan-lahan mampu mendeteksi segala bentuk kejahatan yang ada. Tidak hanya kriminalitas, tetapi terorisme juga kita deteksi sejak dini,” tambahnya.

Khusus untuk pendeteksian aksi terorisme, Risma berpesan kepada ketua RT/RW agar tidak mudah menandatangi surat izin tinggal sementara di tiap kampong, terutama penghuni kost kosan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Surabaya Kombespol M Iqbal juga berharap kepada RT/RW untuk dapat mengetahui tindakan atau pergerakan individu yang mencurigakan dan merukunkan warganya.

“Diharapkan dengan perubahan strategi kembali wajib lapor tamu 1×24 jam kepada RT/RW setempat, mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta mampu menekan angka kriminalitas,” terang M Iqbal. (Tls)