Ciptakan Udara Bersih, Dishub Surabaya Kembali Gelar Razia Uji Emisi

Surabaya (wartasas.com) – Bekerjasama dengan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya kembali menggelar Operasi Gabungan untuk melakukan pengecekan kelengkapan surat surat kendaraan sekaligus razia uji emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

Seperti yang disampaikan oleh Kasi Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Dishub Surabaya, Budi Basuki bahwa, Operasi Gabungan  ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala sebulan empat kali dengan lokasi yang berbeda beda.

“Untuk pemeriksaan yang dilakukan adalah memerikasa kelengkapan kendaraan seperti SIM, STNK dan Buku Uji. Sedangkan, kalau angkutan umum yah trayek kalau taxi yah KPS. Serta, juga pemeriksaan tata cara muat kendaraan. Dimana, banyak pelanggaran terjadi kendaraan yang muat secara overloud,” kata Budi disela sela pemeriksaan surat surat kendaraan di Jalan Rajawali Surabaya, Kamis, (11/04/19).

“Dalam Operasi Gabungan ini, kami juga melakukan razia uji emisi. Dimana, kita telah membawa dua alat yaitu untuk bahan bakar solar dan bahan bakar bensin,” tambahnya.

Pemeriksaan Gas Buang Kendaraan Bermotor atau uji emisi ini, masih menurut Budi sesuai dengan peraturan Lingkungan Hidup. Dimana, untuk mobil angkutan bermesin bensin, ambang batas ketebalan asapnya 1,5 hingga 4,5 persen. Tergantung tahun pembuatan setelah 2007 atau sebelumnya. Sedangkan kendaraan angkutan bermesin solar, batasnya tidak boleh lebih dari 50 persen.

“Sasaran pemeriksaan adalah mobil angkutan umum dan barang. Apabila, ada yang tidak lulus uji emisi, langsung kami tilang. Karena, pemeriksaan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih,” terangnya dengan tegas.

Dalam pemeriksaan uji emisi, petugas telah menilang lebih dari 8 kendaraan. Pelanggarannya adalah tidak memiliki kelengkapan surat-surat. Mayoritas pengendara tidak dapat menunjukkan buku uji emisi yang masih berlaku dan melanggar aturan tata cara muatan.

Budi menambahkan, beberapa kendaraan pick up kedapatan memodifikasi baknya dengan tambahan besi. Dengan harapan dapat memuat barang lebih banyak. Menurutnya, hal itu jelas pelanggaran. Karena, aturan tata cara muat itu lebar muatan tidak boleh melebihi bak kendaraan dan tinggi muatan tidak boleh melebihi tinggi kendaraan.

Dishub Kota Surabaya juga menghimbau kepada para pengemudi juga para pemilik kendaraan untuk melengkapi surat surat kendaraan serta secara rutin memeriksakan Gas Buang Kendaraan Bermotor agar turut mendukung lingkungan hidup. (Tls)