CEO Crown : Sydney Sebagai Surga Untuk Investasi

Jakarta (wartasas.com) – Para pembeli dan investor dari luar negeri khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney sebagai surga untuk investasi. Hal tersebut disampaikan CEO Crown Group, Iwan Sunito saat menanggapi prediksi hunian di Sydney tahun 2018.

Direktur SQM Research, Louis Christopher, yang digambarkan pada bulan Januari lalu sebagai “peramal paling akurat di Australia”, mengatakan bahwa, dirinya tidak setuju dengan prediksi pertumbuhan yang datar.

“Saya percaya bahwa, hunian di Sydney tahun 2018 akan meningkat 4 hingga 8 persen,” kata Christopher.

SQM Research Pty Ltd merupakan organisasi penelitian investasi Australia yang dihormati, dan mengkhususkan diri dalam memberikan penilaian dan data di semua kelas asset utama.

Louis Christopher, mampu dengan secara tepat memprediksi mekanisme harga di masa lalu, dapat melihat secara pararel kesamaan hubungan situasi saat ini dengan akhir tahun 2015 ketika para ahli telah dengan salah menyatakan bahwa booming property di Sydney telah berakhir.

Pada tahun 2015, Australian Prudential Regulatory Authority memaksa bank untuk membatasi pinjaman mereka kepada parai nvestor, sebuah langkah yang kembali dilakukan pada awal tahun ini.

“Bank harus menurunkan jumlah pinjaman para investornya hingga tidak lebih dari 10 persen dari total pinjaman mereka pertahun,” terang Christopher.

“Saat Bank membuka buku pinjaman mereka pada 2016, pasar mulai berakselerasi. Kami meyakini bahwa, situasi bank-bank saat ini berada di bawah ambang batas tersebut dan berada dalam posisi untuk membuka kembali buku pinjaman mereka di tahun 2018 dan pasar akan mulai naik lagi,” imbuhnya dengan optimis.

Laporan moneter terbaru dari Bank Sentral pada tanggal 10 November mengantisipasi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,25%, sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada akhir 2019.

Sementara itu, pendiri Mc Grath Estate Agents, John Mc Grath, juga mengantisipasi “pasar normal yang baik” di tahun 2018. Serta, mengantisipasi kawasan pelabuhan dan pinggiran pantai untuk memiliki performa yang cukup baik.

The Manhattan Effect. Orang saat ini ingin tinggal lebih dekat dengan tengah kota, itu kuncinya. Manfaat nyata lainnya bagi pembeli di tahun 2018 adalah kebijakan suku bunga rendah yang sangat mungkin terus berlanjut,” ucapnya.

Melihat analisa tersebut, CEO Crown Group, Iwan Sunito, juga mengomentari, bahwa prakiraan untuk 2018 menunjukkan betapa solidnya pasar properti Sydney di kawasan Asia.

“Para pembeli dan investor dari luar negeri khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney sebagai surge untuk investasi mereka di wilayah ini. Dan, kenaikan harga sebesar 4 – 8% yang diprakirakan untuk tahun 2018 adalah bukti bahwa pasar properti di Sydney masih kuat,” papar Iwan.

Menurut Iwan, yang paling terpenting adalah pasar terus merespon secara positif setiap tahunnya. Swerta, kebijakan dari Australian Reverse Bank dengan bunga rendahnya yang member keyakinan terhadap pasar. (Tls)