Bersama Komunitas SDS, dr. Sukma Lakukan Kunjungan Kesehatan di Kedung Baruk

Surabaya (wartasas.com) – Komunitas Sahabat Dokter Sukma (SDS) yang memiliki motto “Berfikir, Berkata, Berbuat Baik” terus berkomitmen mendedikasikan diri untuk kepentingan masyarakat umum dengan menggalakkan program Bakti Sosial (Baksos).

Baksos rutin pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Tim SDS bersama dr. Sukma Sahadewa selaku Ketua sekaligus Founder Komunitas SDS kali ini menyasar diwilayah Kedung Baruk Surabaya.

dr. Sukma bersama Tim SDS melakukan kunjungan kerumah salah satu warga yang tinggal di Jalan Kedung Baruk nomor 18 RT 02 RW 04 yaitu Mbah Ashabal qoriah (60). Dimana, Mbah Ashabal memiliki penyakit asam urat dan katarak.

Setelah memberikan pemeriksaan kesehatan terhadap Mbah Ashabal, dr. Sukma juga memberikan tali asih sebagai wujud kepedulian dan cinta kasih terhadap sesama.

Namun, ada yang membuat dr Sukma dan Tim SDS terkejut dan merasa miris ketika mendapatkan informasi melalui media sosial bahwa, ada salah satu anak yang diketahui bernama Adi (10) warga Kedung Baruk Surabaya mengalami gizi buruk sehingga tubuhnya terlihat kurus.

“Mendapatkan informasi tersebut saya bersama Tim SDS langsung menuju ke kediaman adik Adi yang jarahnya tidak jauh dari rumah Mbah Ashabal. Kami, datang hanya untuk memastikan kebenaran informasi yang diperoleh dari Medsos,” kata dr. Sukma usai melakukan Baksos di wilayah Kedung Baruk Surabaya, Senin sore, (30/07/18).

Kedatangan dr. Sukma disambut baik oleh Ketua RT Misbah dan Bibi dari adik Adi bernama Febry (23). Namun, disayangkan, dr. Sukma tidak dapat bertemu langsung dengan adik Adi dikarenakan sudah dibawa ke RS. Soewandhi Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut informasi dari Ketua RT Misbah bahwa, adik Adi sudah mengalami penyakit sejak tiga tahun lalu dan sudah dilakukan pengobatan baik di Rumah Sakit hingga pengobatan tradisional. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti jenis penyakit yang dialami oleh adik Adi.

“Semua informasi di medsos kurang benar mas. Adik Adi bukan mengalami gizi buruk. Karena, sudah diperiksa ke Rumah Sakit juga belum diketahui secara pasti jenis penyakitnya. Juga, perlu diketahui bahwa, warga sekitar sangat peduli dengan keadaan adik Adi dan juga turut membantu. Hingga, baik warga dan pihak kecamatan maupun kelurahan sudah melakukan tindakan maksimal untuk membantu,” terang Ketua RT Kedung Baruk menjelaskan.

Dihadapan pihak keluarga dan Ketua RT, Dr. Sukma Sahadewa mengaku prihatin dengan kondisi adik Adi. Dan, menyampaikan bahwa, kedatangannya bersama Sahabat Dokter Sukma sebagai wujud kepedulian.

“Setelah saya melakukan kunjungan ke rumah adik Adi dan mendapatkan informasi langsung dari pihak keluarga, ternyata adik Adik tidak mengalami gizi buruk seperti yang viral  di Medsos,” ungkap dr. Sukma.

“Disini, saya hanya ingin menghibau kepada seluruh masyarakat khususnya pengguna media sosial untuk lebih bijak apabila mendapatkan informasi. Jangan langsung di share secara luas, namun cek dulu kebenaran informasi tersebut agar tidak merugikan orang lain,” himbaunya.

Disampaikan juga oleh dr. Sukma bahwa, besok Selasa, (31/07) dirinya bersama Sahabat Dokter Sukma akan mengunjungi adik Adi di RS. Soewandhi Surabaya. (Tls)