Bersama BPOM RI, BPOM Surabaya Musnahkan 3,8 Miliar Obat dan Makanan Ilegal

Surabaya (wartasas.com) – Guna mengantisipasi beredarnya obat dan makanan serta kosmetik ilegal tanpa memiliki izin edar yang mengandung zat berbahaya di masyarakat, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya terus melakukan pengawasan dan penyitaan.

Kali ini, Balai POM Surabaya telah menyita berbagai merk (Jenis) obat dan makanan serta kosmetik ilegal tanpa memiliki izin edar mengandung zat berbahaya yang diperoleh dari berbagai Operasi Gabungan (Operasi Storm, Operasi Pangea, Operasi Gabungan Daerah dan Operasi Gabungan Nasional) di tahun 2016 dan tahun 2017.

Dalam acara pemusnahan barang bukti obat dan makanan serta kosmetik illegal berbagai merk senilai 3,8 Miliar yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Desember 2017 di Halaman Balai POM Surabaya, dilakukan langsung oleh Kepala Badan POM RI Penny K Lukito, didampingi Kepala Balai POM Surabaya Dra. Hardianingsih serta disaksikan oleh Ketua DPD Granat Jatim, Arie Soeripan.

Dalam sambutannya, Kepala Balai POM Surabaya Dra. Hardianingsih menyampaikan, bahwa, temuan obat dan makanan serta kosmetik ilegal tanpa miliki izin edar mengandung bahan berbahaya didapat dari sarana tempat produksi ilegal dan juga di sarana tempat distribusi ilegal seperti toko-toko obat dan juga toko kosmetik.

“Ada peningkatan penyitaan dibanding tahun 2016 yang sebelumnya senilai 3,8 Miliar jenis tertinggi sebagaian besar makanan (Pangan) dan obat, di tahun 2017 naik hingga senilai 11 Miliar yang sebagian besar  adalah obat tradisional dan makanan (pangan),” kata Hardianingsih usai melakukan pemusnahan barang bukti, Kamis, (28/12/17).

“Sedangkan, seluruh barang bukti yang kita musnahkan ini telah mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Negeri dan Jaksa Penuntut Umum,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan POM RI Penny K Lukito juga menjelaskan, bahwa, pemusnahan obat dan makanan serta kosmetik ilegal tanpa miliki izin edar yang mengandung bahan kimia dan obat berbahaya ini ada di 20 perkara, terdiri dari 15 perkara sudah masuk proses di kejaksaan, sedangkan 5 perkara lagi masih dalam proses dilakukan pemberkasan lebih lanjut.

“Ini semua berkat kerjasama dan dukungan dari penegakan hukum Kepolisian Polda JawaTimur dan kota, pemerintah provinsi dan kota, serta Dinas Kesehatan Jawa Timur dan kota,” terang Kepala Badan POM RI.

Kepala Badan POM RI mengajak seluruh masyarakat untuk terus waspada dan berhati hati terkait maraknya peredaran obat tradisional dan makanan (Pangan) serta kosmetik tanpa izin edar dari Badan POM.

“Masyarakat diharapkan menjadi konsumen yang cerdas. Laporkan apabila menemukan hal hal yang mencurigakan terkait peredaran obat dan makanan illegal dan tidak memiliki ijin resmi dari Badan POM, agar cepat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Untuk para pelaku usaha Kepala Badan POM RI menghimbau untuk menaati peraturan perundang undangan dalam menjalankan usahanya agar tidak merugikan orang lain.

Ketua DPD Granat Jatim, Arie Soeripan yang turut hadir menyaksikan pemusnahan barang bukti BPOM Surabaya, mengapresiasi tindakan yang telah dilakukan oleh Badan POM RI terutama Balai POM Surabaya yang telah berhasil menyita produk illegal berbagai merk yang sangat meresahkan masyarakat.

“Diharapkan Balai POM Surabaya tidak lantas bersenang hati atau berhenti dengan berhasilnya mendapatkan barang bukti yang mencapai nilai hingga 11 Miliar, Namun ini menjadi cambuk untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan terus melakukan operasi agar setiap tahun ada penurunan bukan peningkatan nilai operasi dari peredaran produk illegal,” harap wanita cantik yang akrab disapa Arie.

Disamping menggelar pemusnahan barang bukti obat dan makanan illegal, Balai POM Surabaya juga melakukan perjanjian kerjasama MOU dengan Kwarda Pramuka jawa timur. (Tls)