Berikan Kemudahan Pembayaran, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Autodebit

Surabaya (wartasas.com) – Menghadirkan layanan yang mudah guna memaksimalkan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya peserta JKN-KIS sudah menjadi komitmen BPJS Kesehatan. Untuk itu, BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan terobosan baru.

Kali ini, guna mempermudah peserta Program JKN-KIS untuk melakukan pembayaran iuran bulanan, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan autodebit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Herman Dinata Mihardja menyampaikan bahwa, layanan autodebit ini menawarkan sejumlah keunggulan dan kemudahan yang tak dimiliki alternatif pembayaran lainnya.

“Pertama, karena otomatis terpotong dari nomor rekening atau melalui akun financial technology (fintech). Sehingga, peserta tidak perlu lagi khawatir lupa membayar iuran setiap bulan. Karena bayarnya selalu tepat waktu, peserta pun terhindar dari risiko denda layanan yang bisa muncul jika terlambat membayar iuran,” kata Herman saat dijumpai di Kantor BPJS Kesehatan Surabaya, Senin, (19/08/19).

“Kemudian, peserta juga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ada gangguan sistem yang mengakibatkan tidak bisa membayar iuran, padahal ada kecenderungan peserta suka membayar iuran mendekati batas jatuh tempo. Kondisi-kondisi semacam ini bisa teratasi dengan autodebit,” sambungnya.

Di samping itu, masih menurut Herman, layanan autodebit juga terbilang efektif dari segi waktu. Saat ini, fasilitas autodebit ini tidak hanya disediakan oleh sejumlah bank yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, peserti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA, tapi juga ada pilihan lainnya.

“Per Juli 2019, autodebit juga dapat dilakukan melalui fintech yang tersedia pada Mobile JKN. Yang paling mutakhir adalah bagi peserta yang tidak memiliki smartphone dan tidak memiliki rekening bank saat ini, peserta tetap dapat melakukan pendaftaran autodebit melalui telepon genggam (2G) dengan mengakses *141*999#,” terangnya.

Selanjutnya, peserta dapat mengisi saldonya di seluruh Kantor Pos Indonesia maupun outlet Alfamart dengan menunjukkan nomor peserta JKN-KIS dan menyebutkan nomor telepon genggamnya.

“Diberlakukannya autodebit untuk semua kelas per 1 Januari 2019 sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018. Kalau dulu hanya khusus untuk pendaftaran peserta PBPU kelas 1 dan 2, meskipun ada juga peserta kelas 3 yang memanfaatkannya. Kalau sekarang seluruh peserta dari kelas manapun bisa memanfaatkan layanan tersebut,” tutur Herman.

Salah satu syarat pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS adalah mengisi formulir kesediaan pendaftaran autodebit untuk kesediaan dilakukannya proses autodebit pembayaran iuran pada rekening yang didaftarkan, secara rutin setiap bulan pada tanggal yang disepakati.

“Pemilik rekening autodebit boleh dari kepala keluarga, anggota keluarga dalam Kartu Keluarga (KK) maupun keluarga/penanggung di luar KK. Jika pendaftaran autodebit dilakukan melalui akun fintech yang tersedia pada Mobile JKN, peserta cukup melakukan registrasi ke dalam Mobile JKN dan mendaftar layanan autodebit dengan mengikuti langkah-langkah yang tercantum pada aplikasi tersebut,” ungkapnya.

Herman juga menghimbau, agar proses autodebit tetap lancar, peserta harus memastikan saldo rekening atau saldo fintech mencukupi untuk didebit. Serta, memastikan nomor rekeningnya benar sehingga tidak terjadi kesalahan pendebitan.

Selain itu, nomor handphone yang didaftarkan peserta untuk mobile cash di Mobile JKN harus aktif. Pendaftaran autodebit juga bisa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, yang mana selanjutnya BPJS Kesehatan akan menyampaikan ke bank mitra. (Tls)