Bangkitkan Semangat Kerja, PT PHC Adakan “Motivation Training”

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka membangkitkan semangat kerja karyawan serta memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan pada zaman yang penuh persaingan, PT Pelindo Husada Citra (PT PHC) menggelar acara Motivation Training.

Acara Motivation Training yang digelar pada Rabu, 31 Januari 2018 dengan dihadiri 112 peserta menghadirkan pemateri Ahmad Faiz Zainuddin MSc,MBA lulusan National Technology University Singapore dan dibuka oleh Komisaris Utama PT PHC, Saefudin Noer.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama PT PHC, Saefudin Noer mengungkapkan kebanggaanya atas kinerja PT PHC sepanjang tahun 2017 ini. Melalui unit usahanya RS PHC dan Klinik yang tersebar di Surabaya, Semarang dan Banjarmasin, serta anak perusahaan PT Prima Citra Nutrindo (PT PCN), perusahaan yang telah berumur 18 tahun ini mampu melampaui target yang ditetapkan oleh induk perusahaan, Pelindo III.

“Saya bangga dengan pencapaian PHC, apalagi mendengar rencana PHC kedepannya. Penggunaan teknologi dalam pelayanan kesehatan sangat saya apresiasi positif. Home care berbasis online, pendaftaran online dan resep online saya rasa menjadi terobosan baru yang patut untuk terus dikembangkan,” kata Noer dalam sambutannya, Rabu, (31/01/18).

Dengan mengangkat tema Aware & Ready to Disruption Era, Ahmad Faiz mengatakan bahwa kita harus mengubah mindset dari disruption (penyerang/penggangu) menjadi abundance (berlimpah).

“Orang bermindset disruption berfikir bahwa dunia ini begitu sempit sehingga berlomba-lomba menyerang pesaing, menyerang orang yang dirasa akan mengganggu kehidupan bisnis kita,” terang Faiz.

“Tetapi orang bermindset abundance berfikir dunia ini begitu berlimpah dan cukup untuk semua orang. Untuk menang tidak perlu mengalahkan orang lain. Justru memenangkan semua orang menjadikan diri kita menang. Kompetitor bukan dilawan tapi dirangkul,” imbuhnya.

Ahmad Faiz Zainuddin juga menjelaskan, cara pertama menjadi seorang yang optimis adalah dengan menyadari, bahwa semua ini tidak semenakutkan yang dibayangkan. Disruption merupakan fase antara sebelum abundance.

“Ibarat gunung api, disruption adalah fase saat gunung api meletus, mengeluarkan magma dan kita diharuskan menepi sebentar untuk mencari perlindungan. Tetapi setelah itu, tanah akan menjadi subur, material material bisa dimanfaatkan,” paparnya.

“Itulah ibarat fase abundance. Yakinlah setelah disruption era akan muncul abundance era. Langkah kedua adalah sadar dan siap menghadapi risiko, dan yang terkahir adalah tumbuh lebih cepat untuk menyambut abundance era,” urai Faiz.

Tema Aware & Ready to Disruption Era ini mampu menjadi inspirasi pola pikir bagi manajemen PT PHC untuk menghadapi persaingan kedepannya dengan semakin melaksanakan kinerja yang lebih baik lagi. (Tls)