Apartemen One East Residence, Beri Warna Baru Dunia Hunian di Surabaya

Surabaya (wartasas.com) – Maraknya gedung hunian baru tumbuh baik hotel maupun apartemen di Kota Surabaya tidak menyurutkan Apartemen One East Residence untuk ikut meramaikan dan memberikan warna baru.

Dalam acara Grand Operning Apartemen One East Residence, pada sabtu malam, 05 Mei 2018 di Kertajaya Surabaya, yang dihadiri oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menunjukkan Apartemen One East Residence siap berkibrah di dunia hunian.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim dalam sambutan pembukaan Grand Operning Apartemen One East Residence  menyampaikan, Backlog hunian rumah di Jatim, mencapai 1.026.000, sementara pendapatan per kapita Jatim akhir tahun ini mencapai 4.275 US$, dan tahun depan diprediksi 4.400 US$.

“Sementara, kelas menengah keatas Jatim naik 350 ribu. Artinya kita sudah di upper middle income. Jadi, prospektus properti di Jatim bagus sekali,” ucap Pakde Karwo dalam sambutannya, Sabtu malam, (05/05/18).

Pakde Karwo optimis pasar properti di Jatim sangat cerah. Ditambah lagi, Jatim adalah tempat paling baik untuk berinvestasi.

Terkait apartemen One East Residence, Pakde Karwo sangat mendukung keberadaan apartemen ditengah kota tersebut. Karena, ini contoh yang baik, yaitu membangun gedung vertikal di perkotaan.

Dikesempatan yang sama, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, One East Residence adalah apartemen premium pertama yang dikembangkan MNC Land di wilayah Surabaya.

“Apartemen ini memadukan konsep Premium Residence, 5 Stars Hotel & Residence by Oakwood, Fine Dining Resto and Café,” papar Hary Tanoe.

“Ini apartemen pertama kami di Surabaya, kami pastikan proyek ini berjalan baik dan akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya para konsumen. Karena ini yang pertama, tentu kami mengharap bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat Jatim, khususnya Surabaya,” imbuhnya.

Menurut Hary Tanoe, apartemen ini merupakan sebuah tantangan dan juga kebanggaan dari MNC Group. Hary Tanoe optimis proyek properti ini bukan yang pertama dan terakhir di Jatim.

“Selama ini, banyak masyarakat mengenal MNC sebagai media, karena melihatnya di televisi. Tapi, sesungguhnya bisnis properti adalah salah satu bisnis utama kami. Diawali dari tahun 2000-an. Kami juga sudah memiliki beberapa proyek hotel di Indonesia,” pungkasnya. (Tls)