Anggota PCS Kecewa, Sidang Perdana Dugaan Penipuan PT Sipoa Group Ditunda

Surabaya (wartasas.com) – Ratusan korban penipuan apartemen Sipoa Group, yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), tiba tiba datang berbondong bondong mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan menggunakan topeng para direksi PT Sipoa Group.

Kedatangan anggota PCS yang dilakukan secara Long March dengan didampingi Advokat dan Consultant Hukum dari kantor hukum Masbuhin dan partners, pada Senin, 03 Desember 2018 di PN Surabaya, bertujuan untuk melakukan orasi dan mengawal jalannya persidangan perdana dugaan penipuan apartemen Sipoa Group.

Namun, aksi demontrasi damai yang dilakukan oleh anggota PCS hanya berjalan sesaat. Pasalnya, persidangan perdana tersebut ditunda hingga Kamis depan, (06/12) dengan alasan ketiga terdakwa berinisial LC, AB dan BS tidak bisa hadir dikarenakan sakit.

Ary Istiningtyas selaku perwakilan salah satu korban PT Sipoa mengaku kesal dan kecewa. Karena, sidang perdana dugaan penipuan apartemen Sipoa Group di PN Surabaya harus ditunda. Dengan alasan  ketiga terdakwa tidak bisa hadir dikarenakan sakit.

“Meskipun penasihat hukum dari pihak terdakwa telah menunjukkan bukti keterangan sakit dari dokter, tapi kok bisa tiga tiganya sakit bersamaan tepat di waktu persidangan perdana. Dan, info tidak hadirnya terdakwa disampaikan pada detik detik terakhir jalannya persidangan,” kata Ary dengan nada kecewa saat ditemui disela sela orasi, Senin, (03/12/18).

“Kami sebagai korban berharap kepada Pengadilan Negeri Surabaya agar segera dilaksanakan sidangnya jangan ditunda tunda. Agar kami para korban mendapatkan keadilan. Karena, kami sudah lelah. Ini sudah berjalan hampir satu tahun,” tambahnya.

Disamping itu, anggota PCS juga menuntut pada hakim PN Surabaya, supaya barang bukti yang disidangkan sama dengan hasil sitaan penyidik senilai Rp35 miliar. Serta, menuntut semua pembayaran itu dapat dikembalikan 100 persen.

“Semoga, sidang pada kamis depan, (06/12) dapat segera terlaksana dengan pembacaan dakwaan yang akan dibacakan kepada ketiga terdakwa dan tidak tertunda kembali dengan alasan yang sama,” harapnya. (wdd)