Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba, GPAN Kota Surabaya Gelar “Aksi Anti Narkoba”

Surabaya (wartasas.com) – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terutama generasi muda akan pentingnya menghindari dari bahaya narkoba, Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Kota Surabaya kembali menggelar “Aksi Anti Narkoba” dengan membagikan selebaran ajakan “Jauhi Narkoba” sekaligus membagi bagikan takjil.

Kegiatan Aksi Anti Narkoba yang di pimpin langsung oleh dr. Sukma Sahadewa, selaku Ketua DPD GPAN Kota Surabaya pada Sabtu, 02 Juni 2018 di sepanjang jalan MEER Surabaya tepat di depan RM. Bebek Harissa diikuti 20 anggota perwakilan dari anggota dan relawan GPAN Kota Surabaya.

dr. Sukma Sahadewa, Ketua DPD GPAN Kota Surabaya menyampaikan bahwa, kegiatan “Aksi Anti Narkoba” ini merupakan sosialisasi tentang bahaya anti narkoba sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1439 H dengan membagi bagikan 1000 takjil kepada masyarakat.

“Sosialisasi bisa dilakukan kapan saja tidak melihat waktu dan tempat. Selama itu kegiatan positif dan bermanfaat patut kita laksanakan dan dukung. Seperti bertepatan dengan bulan suci ramadhan kali ini,” kata dr. sukma usai membagi bagikan selebaran ajakan “Jauhi Narkoba” dan bagi bagi takjil, Sabtu, (02/06/18).

“Untuk itu, kegiatan sosialisasi ini kita barengi juga dengan bagi bagi takjil dilanjutkan dengan berbuka bersama dengan para anggota dan relawan GPAN Kota Surabaya,” tambahnya.

Dijelaskan juga oleh dr. Sukma, bahwa terbentuknya GPAN Kota Surabaya yang baru berjalan setahun ini sejak tahun 2017 sebagai wujud kepedulian untuk turut memberantas narkoba yang sudah meracuni generasi bangsa Indonesia.

“Masalah penyalahgunaan narkoba ini masalah kita bersama, jadi tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Dan, kami akan melakukan sinergi dengan banyak pihak untuk bersama-sama menanggulangi penyimpangan pemakaian narkoba ini,” terang dr. sukma.

Dalam kesempatan sosialisasi “Aksi Anti Narkoba” ini, dr Sukma juga mengajak seluruh anggota dan relawan GPAN untuk berjanji tidak mendekati dan menggunakan narkoba. Serta, menyuarakan dengan lantang “Jauhi Narkoba” kepada masyarakat khususnya generasi muda.

“Anggota dan relawan GPAN ada yang dari professional, aktifis, pelajar, pekerja juga ada yang dari mantan pengguna. Untuk itu, kita lebih menekankan kepada intern kita dulu untuk lantang menyerukan Anti Narkoba,” tegas dr. Sukma.

GPAN Kota Surabaya juga menyasar sekolah-sekolah seperti SD, SMP, dan SMA untuk dilakukan sosialisasi bahaya narkoba. Program ini adalah preventif dan promotif. Dengan cara mendekati dan meyakinkan bahwa narkoba itu zat berbahaya dan harus dijauhi.

“Tugas kita sebagai anggota dan relawan GPAN sementara hanya sebatas melakukan sosialisasi dan melakukan kegiatan positif. Sedangkan, untuk pemberantasan dan penangkapan pengguna dan pengedar narkoba sudah ada tugasnya sendiri seperti BNNP,” urainya. (Tls)