TCSC Jatim Ajak Masyarakat Dukung Kota Surabaya Bebas Asap Rokok

Surabaya (wartasas.com) – Menurut data ASEAN Tobacco Atlas 2014, Indonesia menjadi urutan nomor 1 di Asia Tenggara dalam urusan jumlah perokok. Oleh karena itu, sebagai Badan Khusus Pengendalian Tembakau dibawah naungan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Tobacco Control Support Center (TCSC) terus melakukan kontrol peredaran tembakau dan sosialisasi untuk jauhi rokok demi kesehatan bersama.

Kali ini, menyambut Hari Tanpa Tembakau (HTT) Sedunia, TCSC Jatim mengadakan himbauan hidup sehat bertemakan “Pilih Rokok atau Paru Paru Anda” pada Jumat, 31 Mei 2019 di Gedung FKM Unair Kampus C Surabaya.

Dr. Santi Martini,dr.,M.Kes selaku Ketua TCSC IAKMI Jatim mengaku bersyukur bahwa, bertepatan HTT Sedunia Pemerintah Kota Surabaya telah mengesahkan Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Perda tersebut, menggantikan Perda No 5 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM). Jika dulu Tempat Kerja dan Tempat Umum digolongkan sebagai Kawasan Terbatas Merokok maka pada Perda KTR yang terbaru 7 (tujuh) kawasan dijadikan Kawasan Tanpa Rokok,” kata Dr. Santi dalam sosialisasinya, Jumat, (31/05/19).

“Kerja keras kita selama ini untuk merubah perda telah berhasil. Semua berkat dukungan semua pihak termasuk rekan rekan media yang turut membantu melalui pemberitaan yang positif. Namun, kita tidak harus berpuas diri. Karena, ini hanyalah langkah awal untuk menciptakan Kota Surabaya bebas dari asap rokok,” tambahnya.

Perda Nomor 2 Tahun 2019 ini masih menurut Ketua TCSC IAKMI Jatim, sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang hanya mengenal KTR, tidak ada istilah KTM.

Ada tujuh kawasan yang masuk dalam daftar KTR yaitu, Fasilitas kesehatan, Tempat belajar mengajar, Arena anak bermain, Tempat ibadah, Kendaraan umum, Tempat kerja dan Tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan sebagai KTR.

“Keberadaan Perda KTR ini bertujuan untuk menciptakan ruang dan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Serta, melindungi kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat dari bahaya rokok. Juga, melindungi usia produktif, remaja dan ibu hamil serta meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan bahaya rokok,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Kurnia Dwi Artanti, dr.,M.Sc dari Departemen Epidemiologi Unair menambahkan, bahwa, rokok baik itu kretek, filter maupun rokok elektrik sebenarnya bukan barang normal, melainkan konsumsi yang tergolong zat adiktif (menimbulkan ketagihan/ kecanduan, disamping dampak buruk bagi kesehatan) dan perniagaannya dikenakan cukai sebagaimana alkohol/ miras.

“Kebiasaan merokok menjadi pemicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan serta datangnya penyakit. Salah satunya adalah penyakit paru paru,” terang Kurnia.

Dalam laporan tahunan WHO tahun 2018 tercatat 36% penduduk Indonesia atau setara dengan lebih dari 80 juta penduduk Indonesia merokok. Sesuai dengan hasil penelitian Universitas Indonesia yang mengungkapkan bahwa setiap hari tidak kurang dari 500 masyarakat kita meninggal dunia akibat menghisap asap rokok.

“Melihat dampak yang sangat membahayakan bagi kehidupan, maka berbagai penelitian telah dilakukan agar masyarakat paham mengenai kandungan dalam tembakau rokok. Dengan harapan dapat memengurangi kebiasaan merokok di Indonesia,” paparnya.

Perlu diketahui, bahan bahan kimia berbahaya dari tembakau yang menyebabkan gangguan pada paru-paru manusia adalah Tar, Karbon Monoksida, Senyawa alkaloid, Zat ammonia dan Nitrogen oksida.

“Asap rokok di samping berbahaya bagi perokok aktifnya juga bagi orang orang di sekitar perokok yang menghirup asap orang lain (perokok pasif). Apakah anda tidak merasa bersalah saat menghembuskan asap rokok di tempat umum,” ungkapnya.

Pasalnya asap rokok yang dihembuskan untuk menyenangkan diri sendiri itu di samping berbahaya bagi diri sendiri juga beresiko membuat orang lain (termasuk anak-anak, wanita, perempuan hamil) terkena penyakit paru-paru, di samping jantung koroner dan mati mendadak.

“Masih pilih rokok atau kesehatan paru paru anda,” ajaknya menghimbau kepada masyarakat luas terutama para perokok. (Tls)