Permudah Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Surabaya Lakukan Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN

Surabaya (wartasas.com) – Berikan kemudahan mendapatkan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat(JKN – KIS), BPJS Kesehatan Cabang Surabaya kembali mengadakan sosialisasi yang menekankan tentang penggunaan Aplikasi Mobile JKN.

Sosialisasi yang diadakan pada Rabu, 10 April 2019 di Balai RW 06 Dukuh Bulak Banteng Kecamatan Kenjeran Surabaya, juga dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Dra. Lucy Kurniasari.

Herman Dinata Mihardja, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya menjelaskan bahwa, sosialisasi aplikasi terbaru BPJS Kesehatan ini merupakan salah satu langkah untuk memberikan peningkatan pelayanan terbaik.

“Di era digital seperti sekarang ini, kami terus mendorong masyarakat peserta JKN – KIS untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN. Tercatat hingga saat ini, untuk wilayah Surabaya, baru sekitar 80.000 masyarakat yang sudah mendownload aplikasi Mobile JKN, dari total sekitar 3 juta penduduk Surabaya,” kata Herman dalam sosialisasinya di wilayah Kenjeran Surabaya, Rabu, (10/04./19).

“Target kami hingga akhir 2019 ini adalah meningkatkan pengguna Mobile JKN hingga 300.000, atau sekitar 10% dari total penduduk Surabaya,” sambungnya.

Karena itu, lanjut Herman, BPJS Kesehatan Surabaya terus melakukan koordinasi dengan lintas sektoral, baik dari pemerintahan maupun badan usaha, juga menggunakan media massa, serta melalui sosialisasi langsung pada masyarakat, khususnya peserta program JKN – KIS, agar menggunakan aplikasi Mobile JKN.

“Karena sebenarnya banyak kemudahan yang bisa dilakukan peserta JKN – KIS bila menggunakan aplikasi Mobile JKN ini. Selain juga sebagai identitas peserta, dengan Mobile JKN peserta mandiri yang mau bayar iuran juga bisa. Begitu juga untuk merubah data juga bisa, seperti merubah kelas (asal sudah 1 tahun), merubah faskes (asal sudah 3 bulan), merubah alamat, dan lainya,” terang Herman.

Selain itu, dengan Mobile JKN, peserta juga bisa mendapatkan berbagai informasi tentang BPJS dan Rumah Sakit (RS), maupun melakukan pengaduan karena datanya akan terekam.

“Karena itu kami terus mendorong agar peserta JKN untuk segera mendownload dan menggunakan Mobile JKN, biar lebih mudah. Toh persyaratan untuk bisa menggunakan Mobile JKN kan sangat mudah karena yang dibutuhkan hanya nomer kartu peserta, Nomer Identitas Kependudukan (NIK), alamat email, dan nomer handphone,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Dra. Lucy Kurniasari yang juga hadir dalam acara ini menjelaskan, bahwa dari beberapa kali kegiatan sosialisasi yang dilakukan bersama, ada beberapa hal yang nantinya bias dipakai masukan bagi Komisi IX DPR RI untuk memperbaiki system dan cara kerja BPJS Kesehatan.

“Saat ini pihak DPR RI terus mendorong RS agar segera melakukan akreditasi. Agar RS benar-benar menjadi lebih professional dan juga bias bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, karena syarat utama RS yang akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, harus sudah terakreditasi,” ungkap Lucy. (Tls)