Tingkatkan Sinergitas, DJP Jatim 1 dan DJBC Bentuk “Tim Joint Program”

Sidoarjo (wartasas.com) – Dalam rangka meningkatkan sinergitas serta kepatuhan, efektifitas pengawasan, efisiensi pelayanan dan mitigasi risiko di bidang perpajakan serta kepabeanan dan cukai, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaksanakan MoU Joint Program bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai wilayah Jawa Timur.

Sinergi membentuk Tim Joint Program, Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan melaksanakan MoU Joint Program pada Jumat, 27 April 2018 di Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II Sidoarjo, dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil DJP Jatim I, Estu Budiarto.

Dalam sambutannya, Estu Budiarto menyampaikan bahwa, sinergi antara DJP dengan DJBC ini penting dalam upaya pengamanan penerimaan Negara. Sebab, fasilitas kepabeanan dibutuhkan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan membuat dunia usaha bergairah sehingga diyakini akan meningkatkan penerimaan pajak.

“Namun, jika pemberian fasilitas ini tidak diawasi dengan ketat akan berpotensi menurunkan penerimaan perpajakan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi DJP-DJBC sesuai peran dan fungsinya untuk mengamankan penerimaan Negara,” tegas Estu usai melaksanakan MoU bersama DJBC, Jumat, (27/04/18).

Selain hal-hal tersebut, juga telah disepakati kerja sama dalam meningkatkan pengetahuan Sumber Daya Manusia di bidang Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai.

“Hal ini dirasa perlu dilakukan supaya dapat mendukung pencapaian target penerimaan serta meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak di wilayah Jawa Timur,” ungkap Estu.

Diterangkan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di lingkungan Jawa Timur, yaitu Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I, Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II, Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I dan Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II bersinergi membentuk Tim Joint Program DJP-DJBC Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan ruang lingkup kerjasama meliputi, joint analysis & operation (termasuk di dalamnya joint profile, joint proses bisnis, joint audit dan joint investigation), joint collection dan secondment yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur  III, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II secara bersama untuk peningkatan kepatuhan, efektivitas pengawasan, efisiensi pelayanan dan mitigasi risiko di bidang perpajakan serta kepabeanan dan cukai. (Tls)