Sidang Chin Chin Semakin Memanas

Surabaya (wartasas.com) – Ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya semakin memanas, terkait perkara  pencurian dokumen yang menyeret Trisulowati Jusuf alias Chin Chin.

Memanasnya ruang sidang dikarenakan, Hotman Paris Hutapea, salah satu kuasa hukum terdakwa Chin Chin, Jaksa Ali Prakoso yang bertindak sebagai JPU berusaha mengarahkan kesaksian Gunawan Angka Widjaja, salah satu saksi yang dihadirkan di muka persidangan.

Sidang yang digelar, Rabu, 8 Pebruari 2017 di ruang sidang Cakra, PN Surabaya, riuh karena seringkali diwarnai saling bantah antara Hotman Paris Hutapea dengan Gunawan Angka Widjaja, bos PT. Blauran Cahaya Mulia (BCM) dan PT. Dipta Wimala Bahagia (DWB).

Bos PT. Blauran Cahaya Mulia (BCM) Gunawan Angka Widjaja, lebih banyak memilih diam dan menjawab tidak tahu terhadap pertanyaan kuasa hukum terdakwa Chin Chin khususnya Hotman Paris Hutapea. Karena, dianggap pertanyaan dan pernyataan Hotman Paris dinilai Gunawan membingungkan dirinya.

Gunawan Angka Widjaja dan Hotman Paris Hutapea terlibat perdebatan di persidangan ketika Hotman menanyakan ada atau tidaknya laporan polisi dari karyawan Gunawan Angka Widjaja. Berdasarkan berkas perkara, Hotman mengatakan bahwa yang melapor ke polisi adalah Gunawan Angka Widjaja tanggal 6 Juli 2016.

Gunawan juga tidak suka dengan pertanyaan Hotman Paris tentang nama karyawan yang diperiksa di kepolisian sebelum Gunawan membuat laporan secara resmi.

Tempo persidangan semakin meninggi ketika Hotman Paris, bertanya ke Gunawan Angka Widjaja tentang adanya transfer masuk dari 11 bank sebanyak Rp. 396 miliar ke sebuah rekening dan rekening itu adalah rekening Gunawan pribadi.

“Coba saudara saksi jelaskan, apakah uang yang masuk sebanyak Rp. 396 miliar dari 11 rekening yang saat ini ada di muka majelis hakim tersebut adalah milik saudara. Karena rekening itu atas nama Gunawan,“ tanya Hotman.

Atas pertanyaan ini, Gunawan menjawab bahwa berdasarkan sistem atau setingan selama ini, uang-uang yang ada selama ini masuk ke rekening atas nama Gunawan pada tanggal itu juga kemudian ditransfer kembali ke rekening Trisulowati dan itu semua ada bukti surat yang dibawa Gunawan Angka Widjaja. Begitu masuk ke Trisulowati, uang-uang itu menurut Gunawan tidak jelas kemana perginya dan digunakan untuk apa.

Di persidangan ini, Gunawan juga dengan tegas mengatakan, hingga saat ini dirinya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Begitu pula dengan dokumen-dokumen yang dijadikan barang bukti dan dihadirkan di persidangan. Dihadapan majelis hakim, JPU, terdakwa Trisulowati Jusuf dan tim penasehat hukumnya, dengan tegas Gunawan mengatakan bahwa dari dokumen-dokumen yang ada di hadapannya ini jelas sudah jika Chin Chin telah melakukan pencurian dokumen.

Pada persidangan ini, Gunawan terlihat terus di pojokkan dengan audit-audit yang tidak diketahuinya. Bahkan, Gunawan untuk yang kedua kalinya meminta kepada majelis hakim supaya menyita bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan karena bukti-bukti ini jelas menunjukkan adanya pencurian dokumen sebab perusahaan milik Gunawan sendiri tidak mempunyai dokumen-dokumen ini.

Ada satu hal lagi yang menarik perhatian dalam persidangan ini. Gunawan harus berdebat dengan Hotman Paris hingga berulang-ulang hanya karena uang Rp. 3,6 miliar yang terus menerus ditanyakan tim penasehat hukum terdakwa Trisulowati Jusuf alias Chin Chin ini di persidangan. (wdd)

Add a Comment