Sabu 1 Miliar Dapat Digagalkan Masuk Jatim oleh Bea Cukai Juanda

Sidoarjo (wartasas.com) – Meskipun aparat penegak hukum Indonesia sudah mendapat mandat untuk menembak mati para pengedar dan bandar narkoba, ternyata tidak membuat ciut nyali para  bandar narkoba untuk terus mengedarkan barang terlarang tersebut masuk di Indonesia.

Kali ini, petugas Bea Cukai Bandara Internasional Juanda Sidoarjo kembali menggagalkan dan menangkap seorang laki laki berkewarganegaraan Indonesia berinisial MS (53) tertangkap berdasarkan analisa image X-Ray yang dicurigai membawa barang terlarang.

Dalam Press realese yang digelar pada Selasa, 29 Agustus 2017 di Kanwil DJBC Jatim 1, Kepala Kanwil DJBC Jatim 1 Decy Arifinsyah mengatakan, penangkapan tersangka MS oleh petugas Bea Cukai Juanda dilakukan pada Selasa, (22/8) pukul 12.00 wib.

“Modus seperti yang dilakukan oleh tersangka MS merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para pengedar narkoba yang sudah sering tertangkap, namun masih saja nekat dilakukan. Dan ini, menunjukkan peredaran narkoba masih banyak dilakukan.” Tutur Decy menyampaikan dalam press realese, Selasa, (29/8/17).

“Dalam penangkapan tersangka, petugas curiga dengan barang bawaan tersangka MS berupa 1 buah tas warna hilam setelah melewati image X-Ray. MS yang berpergian menggunakan pesawat Air Asia (XT393) rute Johor Baru (JHB) Surabaya (SUB) dan mendarat di Bandara lnternasional Juanda langsung dilakukan pemerikasaan,” tambahnya.

Masih kata Kepala Kanwil DJBC Jatim 1, pada saat dilakukan wawancara singkat, tersangka MS memberikan keterangan yang tidak konsisten, gerak-gerik panik dan beberapa kali mencoba untuk melarikan diri, namun petugas dengan gesit langsung menghentikan MS.

“Setelah melalui pemeriksaan mendalam, masih kata Kepala Kanwil DJBC Jatim 1, petugas mendapati 2 bungkusan yang berisi bubuk kristal putih dengan berat total 1.940 (seribu sembilan ratus empat puluh) gram yang disembunyikan di dasar tas yang telah dimodifikasi (bag concealment),” terang Decy.

Setelah dilakukan uji laboratorium BPIB Tipe B Surabaya terhadap kristal putih tersebut menunjukan hasil positif bahwa barang tersebut adalah narkotika berjenis Sabu (Methamphetamine).

Selanjutnya, oleh petugas Bea Cukai Juanda, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Direktorat Reserse Narkotika Polda Jawa Timur untuk proses dan pengembangan lebih lanjut.

Penggagalan upaya penyeludupan ini merupakan kerjasama yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Jenderal Bea den Cukai CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur 1, dan BPIB Tipe B Surabaya, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, Direktorat Reserse Narkoba Palda Jawa Timur, Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk) dan Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL den Avsec PT. Angkasa Para l).

“Kami akan terus berperang melawan narkoba. Menindak tegas para pengedar dan Bandar narkoba yng telah menjadi perusak generasi bangsa kita. Hal ini juga perlu dukungan dari masyarakat luas untuk turut membantu kinerja penegak hukum Indonesia, terutama di wilayah Jawa Timur,” tegas Decy Arifinsyah.

Atas perbuatan tersebut, tersangka bakan dikenai berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 milyar.

Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga). (Tls)