Warga negara Cina Menebar Bakteri Berbahaya (Erwinia Chrysanthemi) Pengganggu Tumbuhan

Bogor (wartasas.com) Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam akun twetter nya memposting sebuah berita tentang kasus warga negara cina yang melakukan aktifitas bercocok tanam ilegal di perbukitan Sukaraja, Bogor. Aktivitas tersebut telah melanggar UU Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011, yaitu penyalahgunaan izin tinggal.

Berikut kronologi twitter Yusril selengkap nya :

  1. Ini sdh subversif >> Warga Cina Tanam Benih Cabai Mengandung Bakteri Berbahaya di Bogor
  2. Dugaan Subversif pada Kasus WNA Tanam Cabai Ilegal di Bogor Diselidiki
  3. Susah saatnya polisi turun tangan menyelidiki masalah ini. Ini bukan lagi kewenangan imigrasi dan karantina tumbuhan
  4. Warganegara RRT diam2 menanam cabe dan bibit tanaman lain di suatu tempat dan setelah diteliti mengandung bakteri membahayakan
  5. Membahayakan tanaman sejenis, jelas bukan kegiatan petani biasa. Polisi patut menduga ini adalah kegiatan sengaja yg terencana dg rapi
  6. Dalam bahasa politik, kegiatan dpt digolongkan sebagai sebuah infiltrasi atau subversi untuk meruntuhkan ekonomi suatu negara
  7. Bayangkan kalau cabe, bawang dan aneka sayuran kita musnah karena bakteri yg blm ada penangkalnya, negara pasti impor bahan2 tsb
  8. Darimana impornya? Tentu dari negara yg melakukan infiltrasi dan subversi untuk melemahkan ekonomi negara kita
  9. Petani kita jadi miskin dan tak berdaya, sementara makin banyak saja bahan2 kebutuhan yg harus diimpor
  10. Saya minta polisi menyelidiki masalah ini. BIN juga harus mencari tahu apa maksud dibalik WN China yg menanam cabe berbahaya itu
  11. Hal2 spt ini jangan dianggap sepele oleh negara. Kegiatan infiltrasi dan subversi dari negara lain harus diwaspadai dan ditangkal
  12. Keselamatan negara harus diutamakan. Jaga kekuatan dan ketahanan nasional kita dari setiap bentuk infiltrasi! Demikian twt saya.

Selanjut nya, Yusril meminta Badan Intelijen Negara (BIN) menyelediki apa motif warga China itu.

“Perintahkan BIN selidiki motifnya & perintahkan polisi tegakkan hukum pr pelakunya. Amankan negara, lindungi rakyat,” ujar Yusril.

Saat ini keempat WNA itu tengah dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Imigrasi Bogor. Sedangkan semua barang bukti telah dimusnahkan oleh fihak Badan Karantina Pertanian, penyitaan sekitar 5.000 batang tanaman cabai itu telah dipastikan bahwa seluruhnya positif mengandung bakteri “erwinia chrysanthemi”.

Keempat WNA (warga negara asing) itu diamankan oleh petugas kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor karena melanggar izin tinggal. Setelah diperiksa lebih lanjut, keempatnya ternyata sudah sebulan lebih menggarap lahan seluas 4.000 meter persegi di sebuah perbukitan tersembunyi di mana semuanya ditanami cabai ilegal.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Dr Antarjo Dikin, menyebut bakteri yang ditemukan itu menjadi media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Bibit ini membahayakan produksi Nasional Petani Cabai Indonesia. Hal itu dikarenakan positif terdapat Bakteri Erwinia Chrysanthemi.

“Bakteri ini merupakan OPTK Golongan A1. Belum ada di Indonesia dan tidak dapat diberikan perlakuan apapun selain pemusnahan,” sebutnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), usai mengangkut ribuan pohon cabai di Sukamakmur, Kamis (08/12). (AR)

 

Save

Save

Save

Add a Comment