Tommy Soeharto : Partai Berkarya Memiliki Tugas Memperbaiki Pemahaman Ideologi dan Birokrasi

Surabaya (wartasas.com) – Bertujuan ingin memperbaiki pemahaman ideologi dan birokrasi pemerintah Indonesia melalui Partai Berkarya, putra mantan Presiden Republik Indonesia Ke 2 Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, kembali turun gunung.

Partai Berkarya yang didirikan pada tanggal 15 Juli 2016, merupakan kepanjangan dari Partai Beringin Karya (Berkarya), dan mendapatkan legitimasi hukum dan sah sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2016 dengan dikeluarkannya SK Menkumham No. M.HH-21.AH.11.01 Tahun 2016.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur pada Rabu, 10 Mei 2017 di Singgasana Hotel Surabaya, disamping bersilaturahmi dengan para Ulama se Jawa Timur, Tommy Soeharto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya juga menghadiri rapat pimpinan wilayah dan pengukuhan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Berkarya Jatim yang dipegang oleh Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jatim Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji.

Tampak turut hadir dalam acara silaturahmi, KH Hasib Wahab Hasbullah sebagai Sekretaris Dewan Pembina juga mantan Menkopolhukam RI Tedjo Edhy Purdijatno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya.

Tommy Soeharto Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih atas dukungan masyarakat Jawa Timur, khususnya para Alim Ulama se Jawa Timur yang bersedia mensupport dan mendoakan Partai Berkarya untuk lebih baik demi Indonesia.

“Lahirnya Partai Berkarya hanya ingin memperbaiki pemahaman ideologi dan birokrasi. Karena, saat ini ekonomi nasional tidak terjadi pemerataan, serta di kuasai oleh kaum minoritas. Dengan peranan serta doa para Ulama, diharapkan bisa menjadi ujung tombak dari berbagai permasalahan bangsa yang terjadi saat ini, guna untuk membangun Indonesia lebih baik ke depannya.” Kata Tommy Soeharto saat memberikan sambutannya, Rabu, (10/5/17).

Keluarnya Tommy Soeharto dari Golkar dan membentuk partai baru, tentu menimbulkan banyak kontroversi. Apalagi sebagian besar pengurus Partai Berkarya merupakan mantan kader Golkar. Terlebih identitas partai yang dibentuk hampir mirip dengan partai Golkar.

Menanggapi hal tersebut, Tommy Soeharto menjawab dengan tenang bahwa ideologi kepartaian yang dibuatnya dipastikan akan berbeda. Partai Berkarya ini menjadi jawaban keresahan masyarakat untuk bisa dan lebih baik dari partai yang sudah ada. Itulah komitmen yang selalu dijaga oleh Partai berkarya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Berkarya Jatim yang dipegang oleh Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jatim Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji, menambahkan, bahwa selama ini partai-partai belum sepenuhnya menjalankan amanah rakyat, malah  banyak yang terlibat kasus korupsi.

“Saya sudah bukan Kapolda Jatim lagi, tapi sudah aktif memimpin Partai Berkarya Jatim. Saya ingin berkiprah memperbaiki Indonesia lewat pintu Partai Berkarya. Dan, saya dipercaya untuk mengemban tugas membina di Provinsi Jatim dan membesarkan partai di Jatim,” terang Anton Setiadji.

Anton Setiaji mentargetkan partainya bisa verifikasi agar bisa berpartisipasi dalam Pilpres 2019. Dan, saat ini sudah ada 38 DPD di kabupaten/kota di Jatim terbentuk tinggal menunggu verifikasi. (dwi)