Paguyupan Customers Sipoa, Mendesak Kepolisian Lakukan Penyitaan Aset PT. Sipoa Group

Surabaya (wartasas.com) – Setelah melakukan tindakan pelaporan terhadap PT Sipoa Legacy Land karena memberikan cek kosong dari pembelian properti PT Sipoa Legacy Land serta melaporkan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ke Polda Jatim, masyarakat korban PT Sipoa yang tergabung dalam Paguyuban Customers Sipoa (PCS) kembali menggelar Aksi Pernyataan Sikap.

Aksi Pernyataan Sikap disampaikan oleh Ary Istiningtyas selaku perwakilan salah satu korban PT SIPOA pada Kamis, 31 Mei 2018 di Surabaya dengan didampingi Advokat dan Consultant Hukum dari kantor hukum Masbuhin dan partners.

Ary Istiningtyas warga Semolowaru Surabaya salah satu korban dari dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan TPPU PT Sipoa  Legacy  Land yang mengaku sangat kecewa dan kesal melakukan tindakan Aksi Pernyataan Sikap sebagai salah satu bentuk dukungan kepada pihak kepolisian untuk segera menerapkan TPPU dan melakukan penyitaan asset milik PT Sipoa Legacy Land.

“Kami semua dari Paguyuban Customers Sipoa (PCS), berharap kepada pihak kepolisian untuk segera bertindak lebih cepat dalam memproses terkait masalah PT Sipoa Legacy Land. Dan,  kami mengemukakan tuntutan agar aparat Kepolisian segera melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset-aset penting yang dimiliki PT Sipoa,” kata Ary saat ditemui dalam Aksi Pernyataan Sikap di Surabaya, Kamis, (31/05/18).

“Kami tetap mengapresiasi upaya serta langkah yang sudah dilakukan piha Kepolisian. Namun demikian kami tetap berharap dalam waktu dekat ini, Polisi segera melakukan penyitaan terhadap aset-aset PT Sipoa yang bernilai tinggi,” imbuhnya dengan penuh harap.

Mengapa penyitaan terhadap aset-aset penting seperti bangunan serta tanah yang dimiliki PT Sipoa harus segera dilakukan, hal itu berkaitan dengan upaya atau langkah yang sudah dilakukan aparat Polisi selama ini.

Isi dalam Surat Pernyataan Sikap PCS adalah sebagai berikut, pertama PCS mengapresiasi positif kinerja Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam mengungkap kasus sangkaan tindak pidana penipuan atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Serta, telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka.

Kedua, PCS meminta kepada Polda Jatim untuk segera melakukan penyitaan terhadap tanah dan bangunan proyek Sipoa Group. Ketiga, meminta kepada para pihak untuk saling membuktikan kebenaran atas tuduhan dan tindakan terkait penanganan kasus yang diduga telah terjadi tindakan unfairness dan inprocedural.

Dan yang terakhir, Paguyuban Customers Sipoa (PCS)  akan melakukan Aksi Unjuk Rasa Akbar dan Damai di atas tanah yang telah dibeli oleh para korban PCS dilokasi proyek Sipoa Group.

Disampaikan oleh Ary bahwa Aksi yang akan dilakukan pada Sabtu, 02 juni 2018 besok lusa di lokasi proyek Sipoa Group tepatnya di Royal Avatar World (RAW) sebagai bentuk solidaritas teman teman anggota PCS yang terluka dan kecewa. Dengan membawa massa kurang lebih 500 orang yang akan menduduki lokasi proyek Sipoa Group. Serta, akan mendirikan 10 tenda untuk menginap

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum PCS Masbuhin dari Advokat dan Consultant Hukum kantor hukum Masbuhin dan partners juga menambahkan, bahwa langkah yang sudah dilakukan Polisi dengan melakukan penangkapan, pemeriksaan dan penahanan beberapa pengurus PT Sipoa, memang sudah semestinya.

“Tetapi apa jadinya jika penahanan terhadap pengurus PT Sipoa sudah dilakukan, sedangkan aset yang dimiliki PT Sipoa tetap dibiarkan?? Ini akan memunculkan banyak spekullasi kemungkinan yang bisa jadi merugikan para costumer ini,” papar Masbuhin.

Oleh karena itu, Masbuhin kembali menegaskan bahwa keinginan utama para korban PT Sipoa adalah kembalinya dana yang sudah mereka bayarkan dalam rangka memiliki rumah, atau apartemen yang dijanjikan PT Sipoa.

“Perlu ditegaskan sekali lagi, bahwa yang paling utama dan terpenting bagi para klien atau korban adalah kembalinya dana yang sudah mereka setorkan atau bayarkan,” ungkapnya.

Seluruh anggota PCS berharap, permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan dengan baik dan mereka menuntut agar uangnya dapat segera dikembalikan secara utuh. (dwi)