Lembaga Dunia UN Swissindo, Ditegur Keras Satgas Waspada Investigasi

Jakarta (wartasas.com) –  United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) lembaga dunia yang mengaku bisa mengeluarkan surat pelunasan utang, kini oleh Satgas Waspada Investigasi ditegur keras karena diduga tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi  Tongam L. Tobing ketika memanggil pimpinan UN Swissindo, bahwa, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi meminta United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) untuk menghentikan semua kegiatannya karena tidak memiliki izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Selama ini, UN Swissindo telah beroperasi di beberapa daerah dan mengaku sebagai lembaga dunia yang bisa mengeluarkan surat pelunasan utang masyarakat kepada lembaga jasa keuangan serta memberikan voucher kepada masyarakat untuk mengambil uang sebesar USD1.200,- atau Rp15.600.000,- di Bank Mandiri.” Kata Tongam usai pemanggilan pimpinan UN Swissindo, Kamis, (24/8/17).

“Kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo tersebut tidak benar, karena surat pelunasan yang diterbitkan tidak diakui oleh lembaga jasa keuangan dan voucher yang diberikan juga tidak dapat dicairkan di Bank Mandiri,” tambahnya.

Bersama, Bareskrim Polri dan Bank Indonesia, Satgas Waspada Investasi pada Rabu, (23/8) telah memanggil pimpinan UN Swissindo, Sugihartono atau yang dikenal dengan Sugihartonotonegoro alias Sino.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan UN Swissindo telah menandatangani surat pernyataan yang berisi:

  1. UN Swissindo menghentikan kegiatan yang selama ini telah dilakukan terkait dengan penawaran pelunasan utang kepada masyarakat dan pemberian voucher human obligation VM1 serta segala kegiatan lainnya yang dilakukan UN Swissindo mulai hari ini (Rabu 23 Agustus) karena tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Sino selaku pimpinan UN Swissindo meminta maaf atas segala tindakan yang telah dilakukan yang mengakibatkan keresahan pada masyarakat dan sektor jasa keuangan dan yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.
  3. Berdasarkan hal tersebut, Sdr. Sino meminta kepada seluruh pimpinan UN Swissindo dan masyarakat agar dapat mengetahui pernyataan ini dan berhati-hati apabila ada penawaran sejenis yang mengatasnamakan UN Swissindo.

“Dihimbau, kepada seluruh pimpinan UN Swissindo untuk menghentikan kegiatannya dan meminta masyarakat agar tidak mengikuti kegiatan UN Swissindo,” tegas Tongam. (Ang/Tls)