Rindu Bermain Orkes, Pemain Orkesan Curi Keyboard Yamaha

Surabaya (wartasas.com) – Maraknya pencurian di rumah kos kembali terjadi. Kali ini, Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya Berhasil meringkus Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kos.

Tersangka pencurian berinisial HR (37) diringkus pada Sabtu lalu (8/7), saat dirinya sedang nongkrong bersama teman-temannya di sebuah warung kopi di kawasan Dukuh Kupang Surabaya.

Berdasar data dari kepolisian, kasus pencurian yang dilakoni oleh HR terjadi pada Desember 2016. Ketika itu, dia bersama temannya, berinisial IS menyasar rumah kos di Jalan Tenggilis Lama III, Surabaya.

Menurut Kanitreskrim Polsek Tenggilis, AKP Puguh Suhardhono,bahwa kronologi ataupun modus yang digunakan pelaku HR adalah HR berpura-pura menjadi tamu. Dengan santainya HR masuk ke dalam rumah kosan tersebut. HR menyuruh IS untuk menunggu di luar rumah. Setelah berada di dalam, dia mencari kamar yang ditinggal oleh penghuninya.

“Dan akhirnya HR mendapati satu kamar kosong yang merupakan kamar penguin kost bernama Fendi Muda. Kebetulan saat itu di dalam kamar terdapat keyboard merk Yamaha senilai Rp 9,6 juta,” tutur Kanitreskrim Polsek Tenggilis, AKP Puguh Suhardhono, Rabu, (12/7/17).

“Saat itu, pintu kamar kos memang dalam kondisi terbuka. Dengan santainya, pelaku langsung menggondol keyboard keluar rumah. Dan lantas pergi meninggalkan lokasi dengan dibonceng IS,” tambahnya.

Pihak Kepolisian sempat mendapat kesulitan untuk mencari pelaku. Mereka berupaya mengumpulkan beberapa petunjuk. Salah satunya dengan CCTV (Circuit Closed Television). Namun, mereka tetap kesulitan untuk mencari lokasi persembunyian Tersangka HR.

Hingga akhirnya, awal bulan lalu polisi mendapat informasi adanya orang yang memainkan keyboard dengan wujud yang sama persis dengan milik korban.

“Setelah diselidiki, ternyata seseorang yang sedang memainkan alat musik Keyboard tersebut adalah palau yang selama ini dicari. Ternyata keyboard tersebut tidak dijual oleh pelaku melainkan digunakan sendiri,” terang polisi dengan tiga balok dipundak tersebut.

Menurut penuturan tersangka, sengaja hasil curian tersebut tidak dijual karena dirinya pandai memainkan alat music tersebut. Diketahui, pelaku merupakan pemain orkesan.

Akibat ulahnya tersebut, tersangka dijebloskan penjara dan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (wdd)