Ribuan PIL Berbahaya ditemukan di Rumah Mewah Kawasan Citraland

Surabaya (wartasas.com) – Meskipun Pemerintah Indonesia telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk memberantas dan melawan narkoba, namun masih ada saja yang nekat untuk mengedarkan hingga memproduksi barang haram tersebut.

Seperti yang terjadi di salah satu rumah warga di bukit bali Kota mandiri citra raya B2-3 perumahan Citraland Lakar santri  kota Surabaya, yang digunakan sebagai gudang penyimpanan serta pengemasan ratusan ribu pil berbahaya.

Kapolda Jawa timur Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin yang juga turut melakukan sidak langsung di TKP, mengatakan, bahwa, temuan barang haram ini merupakan hasil pengungkapan jajaran Polrestabes (Kepolisian Resort Kota Besar) Surabaya, dari Satresnarkoba (Satuan Reserse Narkoba).

“Semua ini berawal dari informasi warga yang merasa resah dan terganggu dengan ulah tersangka yang melakukan kegiatan tersebut. Sebelumnya, Awalnya pihak kepolisian mengamankan barang bukti satu kardus pil carnophen sebanyak 450 ribu butir yang disimpan pada sebuah rumah di Banyu urip kidul Surabaya.” Kata Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin di TKP, Kamis (09/11/17).

“Setelah dikembangkan lagi, dalam pemeriksaan petugas kembali menemukan 5 ribuan lebih dibelakang rumahnya tersangka lain bernama Saniman,” tambahnya.

Saat penggrebekan dirumah Saniman (46), anggota tim satreskoba dibawah kepemimpinan AKBP Roni faisal juga menangkap pasangan suami istri Sugeng (47) dan Siti (40). Ketiga tersangka diketahui masih terjalin hubungan keluarga.

“Dibelakang rumahnya (Saniman) ditemukan tidak banyak, dari situ kita olah lagi dan kita tarik lagi, ditemukanlah si penjaga rumah bernama Subagiono (37),” terang orang nomor satu dijajaran kepolisian Jatim.

Subagiono merupakan warga Lidah kulon Surabaya berperan sebagai kurir sekaligus penjaga rumah yang dipakai tersangka untuk menyimpan serta mengemas ratusan ribu pil carnophen siap edar.

Oleh tersangka, bagasi rumah sengaja disekat dengan kalsiboard kemudian dibuat akses masuk berukuran 1 meter persegi sehingga tidak nampak dari luar saat pintu bagasi dibuka. Didalamnya diletakkan 1 unit mesin produksi untuk mengemas pil berbahaya tersebut.

Sementara rumah yang memiliki 2 kamar tidur itu juga ditemukan sejumlah barang bukti, antara lain 65 karton berisi 2 juta 640 ribu pil carnophen, 2 drum berisi 100 ribu pil carnophen serta 3 unit mesin press.

“Pil ini sangat berbahaya bagi kesehatan, dengan ancaman hukum akumulasinya hingga 15 tahun, dia ini edarkan tanpa ijin apalagi ini (carnophen) dilarang edar,” papar Irjen Pol. Drs. Machfud.

Kapolda mengatakan jika komplotan yang tertangkap kali ini dikendalikan oleh jaringan yang ada di Jakarta, dan kasusnya sudah ditangani oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). (wdd)