Putra Ketua Fraksi Gerindra Dprd Surabaya Di Tuntut 6 Tahun Penjara

Surabaya (wartasas.com) – Terdakwa Galih Wira Bumi, anak dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya dan terdakwa Bramantyo Dwi Arubowo kembali disidang dalam Sidang dugaan penyalahgunaan tindak pidana narkotika.

Terdakwa Galih Wira Bumi, warga Jl. Baratajaya XXI Surabaya, dituntut tinggi didalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, karena dianggap JPU tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika di Indonesia.

Pada persidangan yang terbuka untuk umum yang digelar pada Kamis, 1 Desember 2016 di ruang sidang Kartika 1 PN Surabaya, Jaksa Irene Ulfa, SH menuntut terdakwa Galih Wira Bumi 6 tahun penjara, denda Rp. 800 Juta subsider 2 bulan penjara.

????????????????????????????????????

Seperti yang dijelaskan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya Irene, Selain terdakwa Galih Wira Bumi, juga menjatuhkan tuntutan yang sama, 6 tahun penjara, denda Rp. 800 juta subsider 2 bulan penjara kepada terdakwa Bramantyo Dwi Arubowo, rekan terdakwa Galih Wira Bumi yang disuruh membeli narkotika jenis sabu-sabu.

“Terdakwa Galih Wira Bumi dan terdakwa Bramantyo Dwi Arubowo melanggar pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Menuntut terdakwa Galih Wira Bumi dan terdakwa Bramantyo Dwi Arubowo dengan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp. 800 juta subsider 2 bulan penjara. “ Kata Jaksa Irene membacakan tuntutannya.

Usai mendengar pembacaan tuntutan dari JPU, hakim Sigit Sutriono yang ditunjuk sebagai ketua majelis kemudian bertanya kepada kedua terdakwa, apakah cukup jelas dengan pembacaan tuntutan yang sudah dibacakan JPU ini.

“Kalian berdua dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp. 800 juta subsider 2 bulan penjara. Atas tuntutan JPU ini, kalian diberi kesempatan untuk mengajukan pembelaan pada persidangan berikutnya,“ papar hakim Sigit Sutriono di persidangan.

Terdakwa Galih Wira Bumi dan terdakwa Bramantyo Dwi Arubowo awalnya ditangkap anggota unit reskrim Polsek Pabean Cantikan. Sebelum menangkap kedua terdakwa ini, polisi terlebih dahulu menangkap Rully Kristiawan (berkas terpisah), pada 28 Juni 2016 lalu atas perkara kepemilikan narkotika jenis sabu.

Dari penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Rully Kristiawan tersebut, ditemukan satu poket narkotika jenis sabu-sabu yang beratnya 0,5 gram disimpan di saku celanannya.

Setelah diintrograsi, Rully Kristiawan mengaku jika barang haram ini ia beli dari seseorang atas suruhan terdakwa Galih Wira Bumi. Untuk membeli narkoba seberat 0,5 gram tersebut, putra BF Sutadi, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya ini mentransfer uang sebesar Rp. 400 ribu. (Nur/Tls)

Add a Comment